MAUMERE — KSP Kopdit Pintu Air menggelar Rapat Anggota Bulanan Nasional pada Minggu (12/7) sebagai forum evaluasi kinerja pelayanan dan pengelolaan keuangan. Kegiatan yang berlangsung hybrid ini diikuti oleh anggota serta komite dari seluruh cabang di luar Kabupaten Sikka.
Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, menegaskan bahwa rapat ini bukan sekadar seremoni. “Kami yang di kantor pusat bukan para malaikat, semua punya kekeliruan dan kesalahan. Sangat perlu untuk diberitahukan oleh cabang-cabang sebab kamu ujung tombak yang mengalami langsung dengan anggota,” ujarnya di hadapan peserta.
Deputi Bidang Usaha Kopdit Pintu Air, Fulgensius Toda, membeberkan data kinerja selama Januari hingga Juni 2026. Jumlah anggota tercatat 438.157 orang pada Mei, lalu naik menjadi 441.280 orang pada akhir Juni. Artinya, terjadi penambahan sebanyak 3.123 anggota baru dalam sebulan terakhir.
Dari sisi keuangan, total saldo simpanan anggota naik dari Rp 963,43 miliar pada Mei menjadi Rp 970,69 miliar pada Juni. Sementara itu, total aset koperasi melonjak dari Rp 2,70 triliun menjadi Rp 2,74 triliun atau bertambah Rp 34,04 miliar dalam periode yang sama.
Sisa hasil usaha (SHU) koperasi juga mencatatkan peningkatan signifikan. Pada Mei 2026, SHU tercatat Rp 1,82 miliar, kemudian melonjak menjadi Rp 3,72 miliar pada Juni—atau naik lebih dari 104 persen.
Fulgensius mengumumkan cabang-cabang dengan kinerja terbaik di lima kategori. Untuk pencapaian SHU tertinggi, urutan pertama diraih Cabang Kupang, disusul Cabang Rote Ba'a, Cabang Pantai Baru, Cabang Seba, dan Cabang Bali. Sementara itu, perekrutan anggota baru terbanyak dipimpin oleh Cabang Weetabula, diikuti Cabang Kupang, Cabang Betun, Cabang Madawat, dan Cabang Sangata.
Kategori anggota aktif terbanyak justru dikuasai oleh cabang di kawasan timur Indonesia: Cabang Solor, Cabang Manokwari, Cabang Wulandoni, Cabang Sangatta, dan Cabang Bali.
Yakobus Jano mendorong pengelola cabang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. “Kita datang di sini harus punya tekad untuk mengubah sesuatu yang tidak produktif menjadi produktif,” katanya.
Rapat ini juga menjadi wadah bagi cabang untuk menyampaikan usul, saran, dan keluhan langsung kepada pengurus pusat. Menurut Yakobus, masukan dari lapangan sangat penting sebelum kebijakan baru diputuskan. “Semua masukan akan dijadikan bahan pertimbangan,” pungkasnya.