2.319 Mahasiswa dari 41 PT di NTT Diterjunkan ke 100 Desa untuk Perangi Stunting dan Kemiskinan

Penulis: Endra Sanjaya  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 15:18:01 WIB
Gubernur NTT melepas 2.319 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi untuk program pemberantasan stunting dan kemiskinan di 100 desa.

KUPANG — Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melepas ribuan mahasiswa tersebut di Aula Utama Kantor Bupati Kupang, Kamis (9/7/2026). Ia menegaskan bahwa kampus tidak boleh lagi menjadi menara gading yang terisolasi dari persoalan riil di lapangan.

“Kampus selama ini sering dipandang sebagai menara gading. Hari ini paradigma itu berubah. Kampus harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat,” ujar Melki.

Bukan Sekadar Sosialisasi Gizi

Penanganan stunting dalam program ini tidak hanya menyasar aspek kesehatan. Kepala LLDIKTI Wilayah XV Adrianus Amheka menjelaskan, mahasiswa dari lintas disiplin ilmu akan meramu solusi yang lebih komprehensif.

Mereka akan mengaitkan masalah stunting dengan penyediaan air bersih, ketahanan pangan, produktivitas pertanian, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga penguatan literasi masyarakat. Setiap tim terdiri dari mahasiswa berbagai jurusan agar pendekatan yang dihasilkan tidak parsial.

Digitalisasi Posyandu dan 1.000 HPK

Di lapangan, mahasiswa akan mendukung pelayanan Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Mereka juga akan melakukan digitalisasi pencatatan pertumbuhan balita dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Gubernur Melki menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pembangunan desa, mulai dari pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, hingga pengelolaan data pembangunan. “Kehadiran adik-adik mahasiswa di desa-desa nantinya kita harapkan agar seluruh masalah di NTT ini bisa didekati secara lebih saintifik ilmiah,” katanya.

100 Dosen Pembimbing dan Target Dampak Nyata

Seluruh mahasiswa didampingi oleh 100 dosen pembimbing lapangan. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Fauzan berpesan agar para mahasiswa menjadi pemecah masalah, bukan justru menambah persoalan di desa.

“Jadilah

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: regional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top