10 Kuliner Khas Nusa Tenggara Timur yang Paling Dicari Wisatawan Lengkap dengan Harga

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 19:32:01 WIB
Antrean panjang di Jalan Frans Seda, Kupang, menunjukkan tingginya minat wisatawan terhadap kuliner katemak khas NTT.

Di Kota Kupang, Senin (15/4) siang, antrean sepanjang 15 meter mengular di depan lapak kecil di Jalan Frans Seda. Bukan kopi kekinian, melaingu sebungkus katemak—jagung rebus campur kacang hijau dan labu kuning—yang ludes terjual dalam dua jam. Fenomena ini bukan kebetulan. Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki jejaring kuliner yang tumbuh dari keterbatasan alam: tanah kering dan laut berbatu justru melahirkan teknik pengawetan serta fermentasi yang tidak ditemukan di daerah lain.

Dari 10 hidangan yang diulas di bawah, enam di antaranya masuk dalam daftar trending Google Discover sepanjang libur Lebaran 2025 lalu. Data dari Dinas Pariwisata NTT mencatat kenaikan permintaan kuliner lokal sebesar 34% dibanding tahun sebelumnya. Berikut daftar yang wajib kamu cicipi saat berkunjung.

1. Se'i Babi Asap Khas Sabu

Daging babi diiris tipis memanjang, digantung di atas bara kayu kesambi selama 8–10 jam. Hasilnya: tekstur kenyal dengan aroma asap yang menusuk ringan di hidung. Warga Sabu menyebut proses ini karing—teknik yang sama digunakan nenek moyang mereka untuk menyimpan daging hingga tiga bulan tanpa kulkas.

Di Pasar Inpres Kupang, sebungkus se'i seberat 250 gram dijual Rp35.000–Rp45.000. Paling enak dimakan dengan sambal lu'at: cabai rawit, garam, dan perasan jeruk nipis yang ditumbuk kasar. Hindari membeli yang sudah dipotong tipis di supermarket—rasa asapnya sudah berkurang setengahnya.

2. Ikan Kuah Belang Khas Alor

Ikan cakalang atau tuna segar direbus dengan bumbu dasar: kunyit, jahe, serai, dan daun jeruk. Kuahnya bening kekuningan, sedikit pedas dari cabai utuh yang digeprek. Bedanya dengan sup ikan di Jawa? Mereka menambahkan belimbing wuluh yang membuat kuah terasa asam segar, bukan asam dari tomat.

Warung Bu Rina di Kampung Alor, Kupang, menyajikan seporsi ikan kuah belang dengan nasi putih seharga Rp20.000. Buka pukul 10.00–17.00 WITA. Datang sebelum jam 12 siang kalau tidak mau kehabisan—ikan segar habis paling lambat pukul 13.00.

3. Jagung Bose Khas Timor

Jagung pipil direndam semalaman, lalu dimasak dengan santan kental, kacang merah, dan daun pandan. Teksturnya mirip bubur, tapi lebih kasar karena jagung tidak dihaluskan. Orang Timor biasa makan bose sebagai sarapan—biasanya ditemani ikan asin goreng dan sambal terasi.

Di RM Sinar Timor, Jalan Timor Raya, seporsi bose dihargai Rp15.000. Porsi untuk dua orang cukup Rp25.000. Kalau mau rasa autentik, minta tambahkan parutan kelapa bakar di atasnya—biasanya gratis kalau kamu bilang "tambah kelapa" langsung ke pemilik warung.

4. Sup Rumput Laut Khas Kupang

Rumput laut segar dari pantai Oesapa direbus dengan kaldu ikan, bawang putih, dan jahe. Kuahnya bening dengan aroma laut yang kuat—bukan amis, tapi briny seperti air laut yang baru diambil. Tekstur rumput lautnya kenyal, sedikit renyah saat digigit.

Penjual kaki lima di sepanjang Pantai Lasiana menjual semangkuk sup rumput laut Rp5.000–Rp7.000. Paling enak dinikmati sore hari sambil melihat matahari tenggelam. Tapi ingat: minta penjual untuk tidak menambahkan penyedap rasa—sup ini sudah gurih alami dari rumput lautnya.

5. Kolo Khas Manggarai

Daging babi atau ayam dibungkus daun pisang, lalu dipanggang di atas bara api dalam bambu. Proses memasak memakan waktu 3–4 jam. Dagingnya empuk, bumbu meresap sempurna karena dikukus dalam bambu sebelum dipanggang. Aroma daun pisang yang hangus memberikan rasa manis alami.

Di Desa Wae Rebo, kolo disajikan saat upacara adat, tapi beberapa homestay menyediakan untuk wisatawan dengan pesanan sehari sebelumnya. Harga per porsi Rp50.000–Rp75.000. Jangan berharap menu ini ada di restoran kota—kolo murni hidangan pedesaan yang harus dicari di kampung.

6. Rumpu Mpe Khas Sumba

Daging kuda atau kerbau yang diiris tipis dijemur selama 2–3 hari, lalu digoreng kering dengan bumbu kelapa sangrai. Teksturnya seperti dendeng, tapi lebih renyah dan tidak terlalu manis. Orang Sumba menyebutnya "daging awet" karena bisa bertahan 6 bulan di suhu ruang.

Di Pasar Umum Waingapu, rumpu mpe dijual Rp60.000 per kilogram. Cara makannya: dicocol ke sambal pencit—mangga muda parut campur cabai dan garam. Hati-hati kalau membeli di bandara: harga bisa melonjak tiga kali lipat.

7. Kue Goyang Khas Flores

Kue berbentuk spiral dari adonan tepung beras, santan, dan gula merah, digoreng dengan cetakan besi berbentuk kipas. Teksturnya renyah di luar, lembut di dalam. Aroma gula merah yang karamel membuat kue ini candu—sekali gigit susah berhenti.

Penjual kue goyang paling terkenal ada di Larantuka, tepatnya di depan Gereja Katedral. Satu bungkus berisi 10–12 keping seharga Rp10.000. Paling enak dimakan hangat—kalau sudah dingin, renyahnya berkurang. Tahan sampai 5 hari kalau disimpan di stoples kedap udara.

8. Sate Rusa Khas Rote

Daging rusa dipotong dadu, dibumbui kecap manis, bawang putih, dan jahe, lalu dibakar di atas arang kelapa. Daging rusa lebih rendah lemak dibanding sapi—teksturnya lebih alot, tapi aroma bakarannya lebih kuat. Bumbu kacangnya dicampur dengan kelapa parut sangrai, bukan kacang tanah murni.

Di Pantai Nembrala, satu porsi sate rusa (10 tusuk) dijual Rp30.000. Beberapa penjual menambahkan sambal roa—cabai yang dicampur ikan roa asap. Kalau kamu tidak suka daging alot, pilih bagian paha—lebih empuk dari bagian punggung.

9. Binte Biluhuta Khas Gorontalo (Versi NTT)

Jagung muda diserut, dimasak dengan kaldu ikan cakalang, kemangi, dan cabai rawit. Kuahnya kental karena tepung beras. Di NTT, versi lokalnya menambahkan daun gedi—sayuran khas yang hanya tumbuh di tanah berbatu—memberi rasa pahit yang menyegarkan.

Warung Makan Ibu Yuliana di Jalan Ahmad Yani, Kupang, menyajikan seporsi binte biluhuta Rp18.000. Buka pukul 07.00–15.00 WITA. Paling ramai jam 08.00–10.00—warga lokal datang sarapan sebelum beraktivitas.

10. Kopi Timor dengan Gula Air Lontar

Biji kopi dari lereng Gunung Mutis disangrai manual, diseduh dengan air panas dalam cangkir tanah liat. Gula yang digunakan bukan gula pasir, melainkan gula air lontar—nira yang dikentalkan hingga karamel. Rasanya seperti kopi tubruk dengan sentuhan rasa karamel asin.

Di Kedai Kopi Aroma, Jalan Siliwangi, secangkir kopi Timor dengan gula lontar dihargai Rp12.000. Kopi ini hanya tersedia sampai pukul 11.00—setelah itu gula lontar sudah mengeras dan tidak bisa larut sempurna. Kalau mau bawa pulang, gula lontar dijual Rp15.000 per botol 250 ml.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kisaran harga kuliner NTT per porsi?
Makanan kaki lima mulai Rp5.000–Rp25.000. Restoran kelas menengah Rp25.000–Rp75.000. Hidangan adat seperti kolo atau rumpu mpe bisa mencapai Rp100.000 per porsi.

Kuliner NTT yang cocok untuk vegetarian?
Jagung bose tanpa daging, sup rumput laut, dan binte biluhuta tanpa ikan. Sebagian besar warung bersedia menghilangkan protein hewani jika diminta.

Kapan waktu terbaik mencicipi kuliner NTT?
Pagi hingga siang hari (07.00–14.00 WITA). Banyak penjual tutup setelah pukul 15.00 karena bahan baku habis. Pasar tradisional paling ramai Sabtu pagi.

Apakah kuliner NTT aman untuk lambung sensitif?
Sebagian besar dimasak dengan bumbu rempah alami—kunyit, jahe, serai—yang justru baik untuk pencernaan. Hindari sambal lu'at jika tidak tahan pedas ekstrem.

Di mana pusat kuliner malam di Kupang?
Kawasan Pantai Lasiana dan Jalan Frans Seda. Buka mulai pukul 17.00–23.00 WITA. Pilihan terbanyak: sate rusa, jagung bose, dan ikan kuah belang.

Kuliner NTT bukan sekadar makanan—ia adalah arsip hidup dari cara masyarakat bertahan di tanah yang keras. Setiap gigitan menyimpan cerita tentang laut yang ganas, tanah yang kering, dan api yang tak pernah padam. Datang dengan perut kosong, pulang dengan kepala penuh cerita.

Reporter: Dimas Prasetyo
Back to top