Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur Masih Berlangsung, Kolom Abu Capai 1,4 Kilometer

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 17:50:31 WIB
Kolom abu erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki mencapai ketinggian 1,4 kilometer pada Selasa, 19 November 2024.

FLORES TIMUR — Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat letusan terbaru terjadi pada pukul 11.37 WITA, Selasa (19/11/2024), dengan tinggi kolom abu mencapai 2.984 meter di atas permukaan laut.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang condong ke arah barat dan barat laut. Rekaman seismogram menunjukkan erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 47,3 milimeter dengan durasi kegempaan sekitar 1 menit 27 detik.

Radius Bahaya dan Ancaman Lahar Dingin

Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak mendekati pusat erupsi dalam radius lima kilometer. Status Siaga (Level III) yang masih berlaku berarti potensi letusan susulan dan ancaman material vulkanik masih tinggi.

Selain ancaman langsung dari material erupsi, warga yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai berhulu dari puncak gunung diminta waspada terhadap potensi banjir lahar hujan. Ancaman sekunder ini bisa terjadi sewaktu-waktu jika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah puncak.

"Kewaspadaan banjir lahar dingin ini utamanya ditekankan bagi kawasan yang dialiri sungai berhulu dari puncak, seperti daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote," ujar Lana dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta.

Warga Diminta Pakai Masker dan Tak Percaya Isu Tak Jelas

Badan Geologi sangat menyarankan penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut bagi penduduk yang terdampak sebaran hujan abu. Paparan abu vulkanik dalam jangka panjang bisa mengganggu sistem pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Masyarakat juga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat. Lana mengingatkan warga untuk tidak mempercayai isu-isu terkait aktivitas vulkanik yang tidak jelas sumber kebenarannya.

Pemerintah Daerah setempat diharapkan senantiasa memperkuat jalur koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung, Jawa Barat.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top