NUSA TENGGARA TIMUR — Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyatakan tersangka Taufik Hidayat mengaku melakukan kekerasan terhadap YTR saat dalam pengaruh alkohol. Pengakuan itu disampaikan dalam pemeriksaan awal pasca-penangkapan, Selasa (23/6) malam.
"Semua yang dia lakukan dia mengakui. Dia juga menyatakan menyesal dan mengaku perbuatannya dilakukan dalam kondisi dipengaruhi konsumsi alkohol," kata Rudi, Rabu (24/6).
Korban ditemukan dalam kondisi luka berat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Keluarga mengetahui keberadaan YTR setelah menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang tidak dikenal.
Akibat dugaan penganiayaan yang berlangsung dalam periode penyekapan, YTR mengalami gangguan penglihatan hingga kebutaan pada kedua mata. Selain itu, bibir korban robek, ia kesulitan berbicara, dan tidak dapat berjalan normal. Sejumlah barang berharga milik korban juga dilaporkan hilang.
Tim gabungan berhasil menangkap Taufik di sekitar wilayah perumahan Majalaya, Kabupaten Bandung, Selasa malam. Petunjuk utama berasal dari aktivitas transaksi daring yang dilakukan tersangka pada pagi harinya.
"Tadi pagi yang bersangkutan melakukan beberapa transaksi. Ini menjadi petunjuk buat kita. Tim yang bertugas di Majalaya tetap berada di sana, mencari di sekitar wilayah perumahan tersebut dan akhirnya pada sore hingga malam hari berhasil menemukan dan menangkap yang bersangkutan," ujar Rudi.
Sebelum diperiksa di Mapolda Jawa Barat, tersangka dibawa ke Polsek Majalaya. Polisi melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes narkoba terhadap Taufik. "Kami melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi kesehatan tersangka. Kemudian kami juga melakukan tes narkoba dan hasilnya negatif," kata Rudi.
Penyidik terus mendalami motif serta rangkaian kekerasan yang diduga dilakukan tersangka terhadap korban selama periode penyekapan. Meski Taufik mengaku menyesal dan mengaitkan perbuatannya dengan konsumsi alkohol, polisi belum menutup kemungkinan adanya faktor lain.
Kasus ini menghebohkan publik setelah kondisi korban yang mengalami kebutaan dan luka berat terungkap. Polisi kini masih mendalami seluruh fakta, termasuk dugaan penyekapan yang disebut berlangsung dalam waktu cukup lama.