NUSA TENGGARA TIMUR — Lebih dari 1.600 unit kendaraan BYD telah beroperasi di Jawa Tengah. Angka itu menjadi alasan utama Semarang dipilih sebagai tuan rumah festival teknologi ini.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyebut Jawa Tengah sebagai wilayah dengan pertumbuhan kendaraan energi baru yang paling dinamis saat ini. Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap teknologi EV dan Dual Mode (DM) menjadi pendorong utama.
Tidak seperti pameran biasa, BYD TCF Semarang menyediakan Monster Track, area uji ekstrem dengan tanjakan, lintasan tidak rata, hingga simulasi off-road. Di sini pengunjung bisa mencoba DENZA B5 untuk merasakan stabilitas dan kenyamanan kendaraan secara langsung.
Di area Test Drive, berbagai model seperti BYD M6 DM, Dolphin, Seal, Sealion 7, dan Atto 3 bisa dijajal dalam skenario harian. Mulai dari akselerasi, handling, hingga fitur pintar kendaraan—semua bisa dirasakan sendiri.
Salah satu agenda paling menarik adalah BYD M6 DM Media Challenge Semarang. Rute pengujian membentang dari Semarang ke Salatiga hingga kaki Gunung Merbabu. Hasilnya mencengangkan: biaya penggunaan kendaraan hanya berkisar Rp188 hingga Rp224 per kilometer, dengan konsumsi bahan bakar kurang dari 1 liter sepanjang perjalanan.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyebut data itu sebagai bukti nyata efisiensi teknologi DM yang relevan untuk mobilitas masyarakat Indonesia.
BYD juga menghadirkan Technology Zone, area interaktif untuk memahami teknologi inti seperti Blade Battery, e-Platform, dan sistem Dual Mode. Pengunjung tidak hanya melihat produk, tetapi bisa memahami cara kerja dan manfaat teknologi secara langsung.
Unsur budaya lokal juga tidak ketinggalan. Pembukaan acara dimeriahkan Wayang Orang, Bonang, dan pemukulan Gong Tradisional—simbol perpaduan antara inovasi modern dan kearifan lokal Kota Semarang.
BYD TCF Semarang juga menyediakan area F&B Bazaar, Kids Area, dan aktivitas komunitas. Konsep ini sengaja dirancang agar festival tidak terasa eksklusif, melainkan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dengan kombinasi edukasi, budaya, dan pengalaman langsung, BYD berharap Tech Culture Fest 2026 mampu mempercepat pemahaman publik terhadap kendaraan listrik dan mendorong transisi menuju mobilitas berkelanjutan di Indonesia.