SUMBA TENGAH — Guncangan gempa bumi dirasakan warga di sebagian wilayah Sumba Tengah, Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 12.19 WITA. Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 9,60 Lintang Selatan dan 119,50 Bujur Timur.
BMKG mengonfirmasi gempa ini tergolong dangkal karena pusatnya hanya berada di kedalaman 6 kilometer. Jenis gempa dangkal seperti ini biasanya lebih terasa getarannya di permukaan, terutama di area sekitar pusat gempa.
Kedalaman yang relatif dangkal membuat energi gempa tidak banyak teredam sebelum mencapai permukaan bumi. Semakin dangkal pusat gempa, semakin besar potensi guncangan dirasakan oleh masyarakat di atasnya, meskipun magnitudonya kecil.
Dalam kasus gempa Sumba Tengah ini, BMKG mencatat magnitudo 4,1 masih dalam kategori gempa kecil hingga menengah. Getaran biasanya hanya dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah, terutama yang tinggal di lantai atas atau di bangunan ringan.
Hingga beberapa jam setelah kejadian, belum ada laporan resmi dari BPBD setempat maupun aparat desa mengenai dampak kerusakan. Pihak BMKG juga belum mengeluarkan peringatan dini tsunami karena gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang besar.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Warga diminta memastikan informasi kebencanaan hanya dari kanal resmi BMKG atau pemerintah daerah.
Lokasi pusat gempa yang berada di darat, tepatnya 11 kilometer barat Waibakul, menjadi perhatian tersendiri. Waibakul merupakan ibu kota Kabupaten Sumba Tengah. Getaran kemungkinan dirasakan di sekitar Kecamatan Katikutana dan Kecamatan Umbu Ratu Nggay.
BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 11.19.28 WIB. Tidak ada gempa susulan yang tercatat dalam satu jam pertama pasca-guncangan utama.