Efek Kebijakan Bank Jepang: Kenaikan Suku Bunga BOJ Diprediksi Tekan Harga Bitcoin, Investor Kripto Waspada

Penulis: Chandra Kusuma  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 11:05:01 WIB
Investor memantau ketat dampak kenaikan suku bunga BOJ terhadap harga Bitcoin.

KUPANG — Keputusan Bank of Japan (BOJ) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat menjadi sinyal bahaya bagi pasar kripto global, termasuk Bitcoin. Kenaikan dari 0,75 persen menjadi 1,0 persen ini merupakan yang tertinggi dalam tiga dekade terakhir dan berpotensi mengganggu strategi investasi lintas negara yang dikenal sebagai carry trade yen.

Mengapa Kenaikan Suku Bunga BOJ Berbahaya bagi Bitcoin?

Strategi carry trade yen selama ini menjadi primadona investor global. Mereka meminjam yen dengan bunga sangat murah, lalu menukarnya ke dolar AS atau mata uang lain untuk dibelikan aset berimbal hasil tinggi, seperti saham teknologi dan mata uang kripto. Ketika BOJ menaikkan suku bunga, biaya meminjam yen menjadi lebih mahal.

Akibatnya, investor cenderung menutup posisi mereka secara besar-besaran. Mereka menjual aset seperti Bitcoin untuk membeli kembali yen guna melunasi utang. Aksi jual massal ini bisa menekan harga Bitcoin yang saat ini tengah berjuang mendekati level resistensi USD 64.000.

Dampak ke Pasar Kripto: Arus Masuk ETF Tak Cukup Jadi Penahan

Data terbaru menunjukkan ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatatkan arus masuk bersih (net inflow) sebesar USD 85,85 juta. Angka ini kerap diartikan sebagai sinyal bullish. Namun, analis memperingatkan sentimen positif itu bisa tergerus oleh tekanan makroekonomi yang lebih kuat dari Jepang.

“Kenaikan suku bunga BOJ adalah variabel eksternal yang tak bisa diabaikan. Ini bisa memicu aksi ambil untung dan sell-off di pasar kripto, meskipun ada aliran dana institusional dari ETF,” ujar seorang pengamat pasar keuangan di Jakarta, Senin.

Apa Itu Carry Trade Yen dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Dalam praktiknya, seorang investor meminjam yen dari bank Jepang dengan bunga tahunan mendekati nol persen. Uang itu lalu dikonversi ke dolar AS dan diinvestasikan ke aset seperti Bitcoin yang menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi. Selama yen tetap lemah dan suku bunga Jepang rendah, strategi ini sangat menguntungkan.

Kenaikan suku bunga BOJ membalikkan logika tersebut. Investor kini harus membayar lebih mahal untuk meminjam yen, sehingga selisih keuntungan (carry) menipis. Jika kenaikan terjadi tiba-tiba, kepanikan bisa melanda dan memicu aksi bongkar posisi secara serentak.

Bagaimana Posisi Bitcoin Saat Ini?

Saat berita ini ditulis, Bitcoin masih bergerak di kisaran harga USD 63.000 hingga USD 64.000. Level USD 64.000 merupakan resistensi psikologis yang penting. Jika berhasil ditembus, potensi kenaikan terbuka lebar. Namun, jika gagal dan bersamaan dengan pengumuman kenaikan suku bunga BOJ, koreksi harga bisa terjadi lebih dalam.

Para pelaku pasar kripto di Indonesia disarankan untuk mencermati jadwal rapat dewan gubernur BOJ selanjutnya. Keputusan suku bunga bisa diumumkan dalam beberapa pekan mendatang dan berpotensi menjadi pemicu volatilitas tinggi di pasar aset kripto global.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: pluang.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top