NUSA TENGGARA TIMUR — Hasil ini menempatkan Kia EV2 di peringkat pertama di kelasnya untuk efisiensi dunia nyata. Uji bertajuk Summer El Prix ini diadakan oleh NAF bekerja sama dengan Motor Magazine pada awal Juni.
Varian standar EV2 dengan baterai 42,2 kWh menempuh 325 km dalam sekali pengisian daya. Angka itu setara 105% dari klaim WLTP pabrikan yang sebesar 308 km.
Sebuah prototipe EV2 GT-Line jarak jauh juga diuji dan mencapai 428 km, atau 102% dari perkiraan WLTP. Konsumsi energi rata-rata mobil ini tercatat 12,4 kWh per 100 km, lebih efisien dari sebagian besar peserta uji.
Pablo Martinez Masip, Vice President of Product, Marketing, and Customer Experience Kia Europe, mengatakan hasil ini membuktikan keandalan EV2. “Dengan melampaui 105% dari jarak tempuh WLTP, EV2 jelas menunjukkan efisiensi dan keandalan yang luar biasa,” ujarnya.
Masip menambahkan bahwa hasil independen ini mengonfirmasi EV2 dirancang berdasarkan kebutuhan pelanggan nyata. “Memberikan kegunaan harian yang andal sekaligus memberi pengemudi kepercayaan diri untuk bepergian lebih jauh,” lanjutnya.
Dalam uji yang sama, BMW iX3 baru menjadi yang terbaik secara keseluruhan dengan jarak 781 km. Sementara rekor absolut masih dipegang Lucid Air yang mencatat 832 km pada Summer El Prix tahun lalu.
Meski begitu, Kia EV2 menjadi yang terdepan di segmen mobil listrik kompak dan menengah. Pencapaian ini menunjukkan efisiensi kelas atas untuk mobil seukurannya.
Kia EV2 sudah mulai dijual di Eropa dan Inggris sejak April. Harganya mulai dari sekitar €26.600 (setara Rp 425 juta) di Eropa dan £24.245 (setara Rp 490 juta) di Inggris.
Mobil ini ditawarkan dalam empat trim: Light, Air, GT-Line, dan GT-Line S. Dua pilihan baterai tersedia: 42,2 kWh dengan jarak tempuh WLTP hingga 317 km, dan 61 kWh yang mampu menempuh 453 km.
Sayangnya, EV2 tidak akan dijual di Amerika Serikat. Sebagai gantinya, Kia bersiap meluncurkan EV3 di Negeri Paman Sam pada akhir 2026 dengan jarak tempuh hingga 320 mil.