KUPANG — Enam kelompok tani di Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, memanen padi di lahan seluas kurang lebih 20 hektare yang diairi Bendungan Leher T, Selasa (2/6/2026). Panen raya ini menjadi bukti nyata sinergi TNI, pemerintah daerah, dan petani dalam mengawal program ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono. Ia hadir bersama Komandan Kodim 1604/Kupang, Kolonel Inf Kadek Abriawan, yang ikut turun ke area persawahan mendampingi para petani memanen padi.
Danrem menyampaikan bahwa panen raya ini merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendampingi program luas tambah tanam padi di wilayah NTT. Ia menegaskan bahwa kawasan persawahan Babau menjadi contoh keberhasilan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Asisten II Pemerintah Kabupaten Kupang yang mewakili Bupati Kupang turut memberikan apresiasi langsung kepada para petani. Menurutnya, peningkatan produksi pertanian di Kelurahan Babau memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa capaian swasembada pangan, khususnya beras pada tahun 2026, menjadi bukti keberhasilan kerja sama antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah disebut terus berupaya menjaga stabilitas harga gabah melalui program bantuan dan dukungan modal usaha bagi petani.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan penyerahan bantuan sembako secara simbolis oleh Danrem 161/Wira Sakti kepada masyarakat. Setelah itu, panen raya padi dilakukan bersama-sama di area persawahan Bendungan Leher T.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda dan instansi terkait, antara lain Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel Inf David, Aster Dankodaerah Militer VII Kolonel Marinir Abdi Zunanda Tambunan, Wakapolres Kupang Kompol Jefris Fanggidae, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Joaz Bili Ormboe Wanda, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang Amin Juariah, serta pimpinan Perum Bulog Kanwil NTT.