Laba Bersih Telkomsel Naik 14,7% di Kuartal II 2025, ARPU Tembus Rp45 Ribu

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 23:53:01 WIB
Laba bersih Telkomsel naik 14,7 persen pada kuartal II 2025 dengan ARPU mencapai Rp45 ribu.

NUSA TENGGARA TIMUR — Telkomsel mencatatkan perbaikan kinerja signifikan pada paruh kedua 2025. Pendapatan tumbuh didorong oleh strategi penyederhanaan produk dan penyesuaian harga yang mulai menunjukkan hasil. EBITDA perusahaan juga meningkat 5,4 persen secara kuartalan, memperkuat sinyal pemulihan setelah periode penuh tantangan.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perseroan. "Di tengah dinamika industri yang masih penuh tantangan, Telkomsel terus menjaga kepemimpinan pasar melalui fokus pada customer value, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia," ujarnya, Rabu (20/5/2026).

ARPU Naik, Pelanggan Terkonsolidasi

Jumlah pelanggan Telkomsel terkonsolidasi menjadi 156,1 juta pelanggan hingga akhir tahun. Meski basis pelanggan menyusut, pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) justru meningkat menjadi Rp45 ribu. Angka ini mencerminkan produktivitas pelanggan yang lebih baik, sejalan dengan fokus perusahaan pada segmen bernilai tinggi.

Traffic data tumbuh 15 persen secara tahunan, menunjukkan pergeseran konsumsi masyarakat ke layanan digital. Layanan fixed broadband juga mencatatkan pertumbuhan, dengan total pelanggan kini melampaui 10 juta. Penetrasi layanan konvergensi—paket yang menggabungkan layanan seluler dan rumah—telah mencapai sekitar 59 persen.

Strategi AI dan Ekosistem Digital

Telkomsel terus memperkuat peran sebagai digital ecosystem enabler. Perusahaan mengembangkan kapabilitas berbasis kecerdasan buatan (AI) dan mengintegrasikan ekosistem digital untuk mendukung transformasi digital nasional. Langkah ini sejalan dengan tren industri telekomunikasi global yang bergerak dari sekadar penyedia konektivitas menjadi penyedia layanan digital terintegrasi.

Kontribusi layanan digital yang mencapai lebih dari 95 persen dari pendapatan seluler menjadi indikator kuat relevansi Telkomsel dalam menjawab kebutuhan digital masyarakat Indonesia. Perusahaan juga mengoptimalkan portofolio layanan untuk menjaga daya saing di tengah persaingan ketat dengan operator lain.

Apa Dampak bagi Pelanggan?

Bagi pelanggan, strategi ini berarti layanan yang lebih relevan dengan kebutuhan digital sehari-hari. Paket konvergensi yang menggabungkan internet rumah dan seluler memudahkan pengelolaan biaya. Sementara itu, fokus pada kualitas broadband diharapkan meningkatkan pengalaman streaming, gaming, dan bekerja dari rumah.

Namun, kenaikan ARPU juga berarti pelanggan harus merogoh kocek lebih dalam untuk menikmati layanan premium. Telkomsel belum merinci apakah akan ada penyesuaian tarif lebih lanjut di tahun depan.

Kapan Mulai Berlaku?

Strategi penyederhanaan produk dan penyesuaian harga telah diterapkan sepanjang 2025. Dampak positifnya mulai terlihat pada kuartal kedua tahun yang sama. Perusahaan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan dengan tetap menjaga keseimbangan antara akuisisi pelanggan baru dan loyalitas pelanggan eksisting.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top