KUPANG — Suasana tegang perlombaan paduan suara anak PAUD dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) 2026 mendadak cair. Momen tak terduga terjadi ketika kelompok PAUD Tunas Harapan Batuplat tampil sebagai peserta.
Seorang dirigen cilik dari kelompok tersebut berdiri penuh percaya diri di depan teman-temannya. Ia meniup alat musik pengiring berkali-kali, namun alat itu tetap membisu. Wajah bingung anak-anak di atas panggung langsung disambut gelak tawa penonton.
Beberapa anak spontan berteriak meminta pembukaan lagu diulang. Ada pula yang saling menatap heran. Para guru, orang tua, dan peserta lain ikut terhibur. Sejumlah penonton mengabadikan momen itu dengan ponsel.
Alfred Hotan, anggota panitia yang juga keluarga salah satu peserta, ikut tertawa. “Kayaknya alat musik dirigen kecil ini ‘masuk angin’, jadi alat tidak mau bunyi,” ujarnya sambil tertawa bersama penonton di aula.
Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Roos Dethan, juga tak kuasa menahan tawa. Menurutnya, penampilan anak-anak itu justru menunjukkan keberanian luar biasa.
“Bukan soal bernyanyi semata, tetapi penampilan, kekompakan, dan keberanian mereka itu luar biasa. Meski ada sedikit kesalahan teknis, tetapi itulah kepolosan anak-anak,” kata Roos.
Meski sempat terjadi insiden kecil, anak-anak PAUD Tunas Harapan Batuplat tetap melanjutkan penampilan hingga akhir lagu. Mereka mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh penonton.
Roos menambahkan, lomba HAN bukan sekadar mencari juara. “Memberi ruang bagi anak-anak untuk belajar tampil percaya diri dan menikmati masa kanak-kanak mereka dengan gembira,” ujarnya.
Penampilan sederhana kelompok PAUD itu menjadi salah satu momen paling menghibur dalam lomba paduan suara HAN Kota Kupang tahun ini. Di tengah seriusnya perlombaan, kepolosan mereka justru menghadirkan tawa hangat yang sulit dilupakan penonton.