NUSA TENGGARA TIMUR — Pernyataan keras itu disampaikan Velloso dalam wawancara dengan Windows Latest. Pria yang kini menjabat VP of Product for Developer Platform di Meta's Superintelligence Labs ini menilai investasi miliaran dolar Microsoft di AI tidak membuahkan hasil yang sepadan.
Velloso mengungkapkan data internal yang mengejutkan. Kurang dari 3% pengguna berbayar secara aktif menggunakan Copilot, meskipun fitur tersebut sudah tertanam langsung di taskbar Windows 11 dan seluruh suite Office.
"Microsoft telah mengerahkan Copilot ke taskbar dan Office, tapi pengguna tidak peduli," ujar Velloso, yang sebelumnya juga memimpin produk AI developer di Google DeepMind. Dari total 450 juta basis pengguna Microsoft 365, hanya sekitar 15 juta akun yang membayar langganan premium AI.
Kritik tajam juga dialamatkan pada strategi hardware. Microsoft mendorong vendor laptop (OEM) untuk menyematkan Neural Processing Unit (NPU) di produk terbaru mereka. Tujuannya, menghadirkan fitur AI canggih di Windows 11.
Namun, Velloso menyebut investasi itu sia-sia. "OEM berinvestasi besar-besaran di NPU hanya untuk menyadari bahwa tidak ada yang peduli karena tidak ada satu pun kasus penggunaan berharga yang dibangun untuk itu di Windows atau Office," jelasnya. Artinya, chip khusus AI di laptop baru belum memiliki aplikasi yang benar-benar dibutuhkan pengguna sehari-hari.
Kegagalan juga terjadi di lini pencarian. Meski menjadi taruhan AI terbesar Microsoft, Bing gagal merebut satu poin persen pun pangsa pasar dari Google. Di sisi lain, GitHub—platform yang seharusnya menjadi andalan revolusi coding AI—mengalami penurunan keandalan. Velloso mencatat Service Level Agreement (SLA) GitHub turun di bawah 90%.
Kombinasi biaya operasional (Cost of Goods Sold) yang membengkak dan tekanan dari pemegang saham memaksa Microsoft mulai mendengarkan masukan pengguna. "Mereka terpaksa melakukan reset pabrik secara internal," sindir Velloso, merujuk pada gelombang pengunduran diri eksekutif, termasuk Julia Liuson yang hengkang setelah 34 tahun menjabat kepala Developer Division.
Kritik dari eksekutif sekelas Velloso, yang juga sempat menjabat sebagai Technical Advisor CEO Satya Nadella, mempertegas tekanan yang dihadapi raksasa software tersebut. Microsoft kini harus memikirkan ulang strategi AI-nya agar fitur seperti Copilot tidak hanya menjadi ikon di taskbar, melainkan solusi yang benar-benar dipakai.