NUSA TENGGARA TIMUR — Honda Motor Company mulai memetakan langkah konkret dalam menghadapi persaingan otomotif global hingga akhir dekade ini. Berdasarkan pengumuman terbaru, raksasa otomotif asal Jepang tersebut memilih untuk "bertaruh" lebih besar pada teknologi hybrid dengan menyiapkan dua model kunci di segmen sedan dan SUV. Keputusan ini menunjukkan bahwa Honda tidak ingin terburu-buru beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), melainkan memilih mempermatang teknologi hybrid yang sudah ada.
Pabrikan yang bermarkas di Minato, Tokyo, ini melihat tahun 2028 sebagai momentum krusial untuk memperbarui portofolio kendaraan ramah lingkungan mereka. Meskipun detail nama model belum diungkap secara spesifik, kepastian kehadiran sedan dan SUV hybrid baru ini menjadi sinyal bahwa Honda tetap mengandalkan segmen yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan mereka. Langkah ini sekaligus menjawab keraguan pasar mengenai arah pengembangan produk Honda di tengah gempuran merek-merek baru yang fokus pada mobil listrik murni.
Investasi besar dialokasikan untuk memastikan sistem hybrid generasi mendatang mampu memberikan efisiensi termal yang lebih baik serta integrasi motor listrik yang lebih halus. Honda meyakini bahwa permintaan pasar untuk kendaraan hybrid masih akan tetap tinggi dalam beberapa tahun ke depan, terutama di wilayah yang infrastruktur pengisian daya listriknya belum merata secara sempurna.
Pemilihan segmen sedan dan SUV bukan tanpa alasan yang kuat. SUV saat ini mendominasi tren pasar global, sementara sedan tetap memiliki basis konsumen loyal, terutama untuk kebutuhan korporasi dan pengguna yang mengutamakan kenyamanan serta aerodinamika. Dengan menyematkan teknologi hybrid terbaru pada dua jenis bodi ini, Honda berusaha mengamankan pangsa pasar di berbagai lini konsumen.
Sistem e:HEV (Hybrid Electric Vehicle) milik Honda kemungkinan besar akan mendapatkan pembaruan besar-besaran untuk model 2028 ini. Berbeda dengan sistem hybrid konvensional, e:HEV lebih sering mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin berfungsi sebagai generator atau hanya aktif pada kecepatan tinggi yang konstan. Pendekatan teknis ini memberikan rasa berkendara yang lebih mendekati mobil listrik namun dengan kemudahan pengisian bahan bakar di SPBU biasa.
Pengembangan ini juga sejalan dengan target jangka panjang Honda untuk mencapai netralitas karbon pada seluruh produk dan aktivitas perusahaan pada 2050. Sebelum mencapai titik tersebut, penguatan lini hybrid dianggap sebagai cara paling realistis bagi konsumen untuk mulai beradaptasi dengan teknologi elektrifikasi tanpa mengubah kebiasaan berkendara secara drastis.
Hingga saat ini, Honda belum memberikan rincian apakah kedua model tersebut merupakan generasi terbaru dari model yang sudah ada seperti Civic dan CR-V, atau benar-benar nama model baru (entirely new model). Namun, melihat lini masa yang ditetapkan, besar kemungkinan purwarupa dari kedua kendaraan ini akan mulai terlihat dalam pengujian jalan raya pada pertengahan 2026 atau 2027 mendatang.