Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengirimkan bantuan logistik tahap awal bagi warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pesawat khusus jenis CN-295 milik Polri mendarat di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Sabtu (sekitar pukul 10.00 WITA) untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi di tengah masa pemulihan pascagempa.
LABUAN BAJO — Pesawat CN-295 milik Polri mendarat di Bandara Komodo, Labuan Bajo, pada Sabtu sekitar pukul 10.00 WITA, membawa belasan ton bantuan logistik untuk korban gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT. Bantuan ini merupakan instruksi langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Flores yang tengah berjuang memulihkan diri dari dampak bencana.
Kepala Satuan Tugas Humas Ops Aman Nusa II Bencana NTT, Kombes Pol. Bayu Suseno, menyatakan bahwa pendistribusian bantuan akan mengutamakan daerah-daerah yang paling membutuhkan. Pihaknya tengah melakukan pendataan ketat di lapangan agar bantuan tepat sasaran.
"Nantinya akan kami distribusikan ke daerah-daerah yang membutuhkan sesuai dengan data dan kebutuhan di lapangan," ujar Bayu dalam keterangan resminya.
Rincian Logistik: Sembako Hingga Susu Formula untuk Balita
Berdasarkan siaran pers yang diterima, muatan pesawat tersebut mencakup kebutuhan pokok dan perlengkapan dapur darurat. Total bantuan yang dibawa antara lain 20 paket perlengkapan kompor untuk dapur lapangan, 1.500 kilogram gula pasir, dan 1.600 kilogram minyak goreng.
Polri juga mengirimkan 500 kilogram biskuit, 500 kilogram kecap, serta 100 kilogram teh celup. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan dengan menyertakan 100 kilogram susu formula bayi dan 20 kilogram susu rendah lemak dalam pengiriman tahap pertama ini.
Bukan Sekadar Barang, tapi Pengingat Warga Tidak Sendirian
Bayu menegaskan bahwa dukungan logistik dari Polri tidak akan berhenti pada pengiriman kali ini. Operasi pemulihan pascagempa akan terus berjalan, dan gelombang bantuan berikutnya disiapkan menyusul hasil asesmen kebutuhan di lokasi pengungsian.
"Bagi warga yang masih bertahan di tengah situasi sulit, setiap bantuan bukan sekadar barang, tetapi menjadi pengingat bahwa mereka tidak menghadapi bencana ini sendirian," tutupnya.
Seluruh bantuan yang telah tiba di Labuan Bajo kini dalam proses koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk selanjutnya didistribusikan ke wilayah terdampak di Pulau Flores. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan selama masa tanggap darurat berlangsung.