NAGEOKEO — Suasana hangat menyelimuti perbincangan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dengan tiga warga korban gempa di Desa Waikoka, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8) malam. Mereka duduk santai di bangku plastik di halaman terbuka, tanpa sekat, membahas apa saja yang paling dibutuhkan warga pascagempa.
Momen dialog langsung antara menteri dan warga itu terekam kamera dan viral setelah diunggah sejumlah akun media sosial, salah satunya @berdialoq. Dalam video tersebut, warga terlihat tidak canggung menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi setelah bencana melanda.
Bantuan Tepat Sasaran Berdasarkan Keluhan Warga
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kunjungan itu bukan sekadar seremonial, melainkan upaya memastikan bantuan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan.
"Beliau mendengar langsung kondisi warga, apa yang mereka alami setelah gempa, serta menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya warga akibat bencana," kata Rico saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Dengan mengetahui langsung apa yang dikeluhkan warga, Kemhan dan TNI dapat menyalurkan bantuan secara lebih tepat sasaran. "Selain bantuan logistik, Kemhan dan TNI juga menyiapkan tenda, tempat tidur lapangan, air siap minum, dukungan komunikasi Starlink, serta fasilitas lain untuk membantu masyarakat selama masa tanggap darurat," terangnya.
20 Ton Bantuan Logistik Dikirim dengan Pesawat Angkut A400M
Kehadiran Sjafrie di Nagekeo kali ini membawa serta 20 ton bantuan logistik untuk para korban gempa. Bantuan tersebut diangkut menggunakan pesawat angkut A400M yang baru saja tampil dalam parade HUT ke-81 RI di langit Jakarta, sebelum akhirnya diterbangkan ke NTT.
Ribuan paket kebutuhan pokok dan peralatan hunian sementara menjadi fokus utama dalam pengiriman tahap ini. Rinciannya mencakup 25 set tenda, 484 velbed, 15 set Starlink, 700 paket makanan siap saji, dan 500 dus susu cair.
Selain itu, logistik yang dibawa juga meliputi 10 set solar cell, 35 kelambu lapangan, 101 matras, 1.480 selimut, dua unit alat reverse osmosis (RO) untuk pengolahan air bersih, serta 18 koli obat-obatan.
Harapan bagi Korban agar Tetap Semangat
Rico berharap kehadiran langsung Menhan di tengah masyarakat mampu membangkitkan semangat para korban untuk bangkit dari keterpurukan. Ia menegaskan bahwa negara hadir dan tidak meninggalkan warganya yang tertimpa musibah.
"Kami berharap dengan kehadiran Menhan, para korban bencana tetap semangat menjalani kehidupan dan selalu percaya akan kehadiran pemerintah dalam membantu mereka," ujarnya.