KUPANG — Keterbatasan pasokan bahan pokok memaksa Posko Darurat bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerapkan skala prioritas ketat dalam penyaluran bantuan. Beras, telur, air mineral, dan tenda pengungsian menjadi kebutuhan vital yang paling mendesak untuk segera dipenuhi.
Penanggung Jawab Posko Darurat Nagekeo, Johanes D. Kristianus, menyatakan logistik yang tersedia saat ini diarahkan terlebih dahulu untuk kelompok yang paling rentan terdampak.
"Logistik yang tersedia diprioritaskan untuk kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil, dan warga sakit, serta titik-titik kumpul dengan kepadatan tertinggi," katanya saat dihubungi dari Kupang.
Kendala Distribusi dan Titik Pengungsian yang Tersebar
Tantangan utama dalam pendistribusian bantuan adalah lokasi pengungsian yang tersebar di berbagai wilayah. Sebagian warga juga memilih mengungsi secara mandiri di rumah keluarga atau kerabat, sehingga pendataan yang akurat menjadi kunci agar bantuan tidak salah sasaran.
Untuk mengatasi hal ini, Posko Utama telah meminta seluruh pemerintah desa dan kelurahan bertindak sebagai komando wilayah. Mereka bertugas melakukan pendataan kebutuhan masyarakat terdampak secara proaktif dan berkoordinasi untuk menjemput alokasi bantuan.
Target Verifikasi 70 Persen Desa dan Batas Waktu Respons
Posko Darurat menargetkan setidaknya 70 persen pemerintah desa dan kelurahan telah menyelesaikan prosedur penjemputan serta verifikasi kebutuhan logistik warga pengungsi. Sejak kemarin, perwakilan pimpinan wilayah dan desa telah mulai berkoordinasi dan menjemput alokasi bantuan.
Untuk mempercepat penanganan, Posko Darurat menerapkan batas waktu respons yang ketat. Verifikasi dan koordinasi desa ditargetkan maksimal tiga jam sejak laporan atau kehadiran kepala desa di Posko Utama. Sementara itu, penyaluran bantuan ke titik kritis ditargetkan maksimal 1x24 jam setelah data kebutuhan diverifikasi.
Imbauan dan Ruang Sinergi untuk Donatur
Johanes mengimbau pemerintah desa dan kelurahan yang belum berkoordinasi agar segera melakukan pendataan terpadu dan mengurus alokasi logistik. Pihaknya juga membuka ruang sinergi bagi lembaga donatur dan relawan untuk mendukung ketersediaan bahan pokok serta tenda pengungsian.
"Kami juga membuka ruang sinergi bagi seluruh pihak, lembaga donatur, dan relawan untuk mendukung ketersediaan bahan pokok dan tenda pengungsian demi meringankan beban saudara-saudara kita di Nagekeo," ujar dia.