Pencarian

Camat di Manggarai Timur Ngamuk di Posko Bantuan Gempa, Bantuan Tak Sebanyak yang Dilaporkan

Minggu, 23 Agustus 2026 • 01:46:01 WIB
Camat di Manggarai Timur Ngamuk di Posko Bantuan Gempa, Bantuan Tak Sebanyak yang Dilaporkan
Camat Lamba Leda Utara meluapkan emosi di posko utama pengungsian karena bantuan tidak sesuai dengan data laporan.

MANGGARAI TIMUR — Amarah seorang camat di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memuncak di posko utama pengungsian. Agustinus, sang camat, membenarkan bahwa insiden tersebut terjadi pada Jumat (21/8) karena bantuan yang diterima tidak sebanding dengan jumlah warga yang harus dilayani.

Bantuan yang ada harus dibagi rata kepada 21.171 warga terdampak yang tersebar di 11 desa. Ketimpangan antara jumlah logistik di lapangan dan data laporan memicu kemarahannya.

Kemarahan di Tengah Tumpukan Logistik

Video yang beredar memperlihatkan seorang pria yang mengenakan pakaian dinas meluapkan emosinya di lokasi pengungsian. Ia menyoroti ketidaksesuaian jumlah bantuan yang dilaporkan dengan realitas yang ada di gudang posko.

Agustinus tidak menampik bahwa peristiwa itu benar terjadi di posko utama Kecamatan Lamba Leda Utara. Ia menegaskan bahwa prinsip pemerataan menjadi pemicu utamanya, mengingat ribuan kepala keluarga tengah menanti uluran tangan di masa sulit.

21.171 Jiwa Menanti di 11 Desa

Skala dampak gempa di wilayah ini memang tidak kecil. Data menyebutkan, sebanyak 21.171 warga terdampak tersebar di 11 desa di Kecamatan Lamba Leda Utara.

Dengan jumlah sebesar itu, setiap karung beras atau dus mi instan menjadi sangat berarti. Selisih hitungan logistik di atas kertas dengan kenyataan di lapangan pun menjadi persoalan serius yang memicu ketegangan.

Belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari dinas sosial setempat mengenai tindak lanjut atas kekurangan stok bantuan tersebut.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Distribusi Bantuan?

Kejadian ini membuka celah evaluasi terhadap pendataan dan pendistribusian bantuan pascagempa di Manggarai Timur. Publik menanti kepastian apakah data penerima akan diperbarui atau ada tambahan pasokan logistik dari pemerintah kabupaten.

Yang jelas, warga di 11 desa masih membutuhkan kepastian. Pemerintah kecamatan diharapkan dapat segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk menutup kekurangan tersebut.

Distribusi bantuan yang transparan dan merata menjadi kunci pemulihan warga yang rumahnya rusak akibat gempa.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 20.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks