MAUMERE — Duka menyelimuti proses evakuasi pascagempa dahsyat yang mengguncang wilayah utara Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, Faturahman, mengonfirmasi bahwa satu jenazah berhasil dievakuasi dari reruntuhan ruang tunggu Dermaga Lorens Say.
"Tadi kami sudah evakuasi satu orang meninggal dunia, akibat tertimpa reruntuhan gedung," kata Faturahman saat dihubungi dari Kupang, Sabtu pagi.
Faturahman menjelaskan korban yang belum diketahui identitasnya itu terjebak di bawah puing-puing bangunan yang ambruk. Tim SAR yang diterjunkan ke lokasi langsung melakukan pencarian intensif dan memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di area ruang tunggu dermaga tersebut. "Untuk di ruang tunggu itu sudah nihil," ujarnya.
Dua Korban Luka Dilarikan ke Rumah Sakit Terdekat
Selain korban jiwa, tim gabungan juga menemukan dua orang dalam kondisi luka-luka di lokasi kejadian. Keduanya saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Peristiwa ini terjadi setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di laut, sekitar 30 kilometer dari Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Guncangan keras tersebut memicu dikeluarkannya peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah pesisir.
Peringatan Tsunami Sempat Berlaku di Empat Provinsi
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menyebutkan pusat gempa berada pada koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur timur. Getarannya dirasakan sangat kuat hingga ke wilayah pesisir utara Pulau Flores.
Sampai dengan pukul 07.03 WITA, BMKG resmi mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami level 2 atau status Siaga. Peringatan ini tidak hanya berlaku untuk wilayah NTT, tetapi juga mencakup Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara.
Di NTT sendiri, sejumlah wilayah pesisir utara masuk dalam status Siaga, di antaranya:
- Manggarai bagian utara
- Ngada bagian utara
- Manggarai Barat bagian utara
- Ende bagian utara
- Sikka bagian utara
BMKG Sempat Naikkan Status dari Waspada ke Siaga
Sebelumnya, BMKG sempat mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami level 1 dengan status Waspada setelah gempa awal tercatat berkekuatan magnitudo 7,0. Pada saat itu, wilayah Ngada bagian utara menjadi perhatian utama dengan estimasi waktu tiba tsunami sekitar pukul 05.01 WIB.
Tim SAR Maumere bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan evakuasi di sejumlah titik yang terdampak gempa untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum tertangani.