Pencarian

Basmi Ikan Pakai Alat Setrum di Perairan Watudirang, Nelayan Sikka Ditemukan Tewas Mengambang

Kamis, 13 Agustus 2026 • 11:59:02 WIB
Basmi Ikan Pakai Alat Setrum di Perairan Watudirang, Nelayan Sikka Ditemukan Tewas Mengambang
Nelayan asal Desa Watudirang, Nikolaus Nong Bebi (41), ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang saat menyuluh ikan di perairan setempat.

MAUMERE — Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere menemukan nelayan asal Desa Watudirang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka dalam kondisi meninggal dunia. Korban diketahui bernama Nikolaus Nong Bebi (41), yang sebelumnya dilaporkan hilang saat mencari ikan menggunakan alat setrum di pesisir Pantai Watudirang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, membenarkan penemuan jasad korban tersebut. Korban ditemukan pada koordinat berjarak sekitar 0,81 nautical mile dari perkiraan lokasi kejadian awal.

Kronologi: Berangkat Pagi, Tak Kunjung Pulang Hingga Malam

Korban berangkat dari rumahnya pada Senin (10/8/2026) pukul 08.10 Wita untuk menyuluh ikan di perairan Desa Watudirang. Aktivitas menyuluh ini merupakan metode penangkapan ikan tradisional yang masih umum dilakukan nelayan di pesisir Sikka dengan menggunakan senter atau lampu untuk menarik perhatian ikan.

Namun, hingga malam hari, korban tak kunjung kembali ke rumah. Keluarga yang mulai cemas kemudian melakukan pencarian mandiri bersama warga setempat di sekitar pesisir pantai, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Setelah pencarian mandiri gagal menemukan korban, keluarga akhirnya melaporkan kejadian ini secara resmi ke Kantor SAR Maumere pada Selasa (11/8/2026). Tim Rescue langsung diterjunkan ke lokasi sesaat setelah laporan diterima.

Operasi Pencarian Libatkan Ditpolairud dan Nelayan Setempat

Proses pencarian hari pertama dilakukan dengan mengerahkan rubber boat dan peralatan selam untuk menyisir perairan sekitar lokasi kejadian. Operasi ini melibatkan unsur gabungan dari berbagai instansi, antara lain Tim Rescue Kantor SAR Maumere, anggota Ditpolairud Polda NTT, Satpolairud Polres Sikka, serta Polsek Waigete.

Warga sekitar turut ambil bagian dalam pencarian. Nelayan Desa Watudirang dan masyarakat setempat bahu-membahu membantu tim SAR menyisir area pencarian yang diperkirakan menjadi lokasi korban terswept arus.

Korban Ditemukan di Hari Kedua Pencarian

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada hari kedua, Rabu (12/8/2026). Sekitar pukul 11.55 Wita, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Titik penemuan korban berada tidak jauh dari perkiraan awal lokasi kejadian, yakni berjarak kurang dari satu mil laut.

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Pihak keluarga menerima kejadian ini dengan ikhlas dan proses pemakaman dilakukan secara adat setempat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi nelayan di pesisir Sikka akan pentingnya memperhatikan keselamatan saat melaut, terutama ketika menggunakan peralatan bantu tangkap di malam hari. Kondisi arus dan cuaca di perairan Watudirang kerap berubah secara tiba-tiba, sehingga risiko kecelakaan di laut tetap tinggi meski aktivitas dilakukan di area pesisir.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: digtara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks