PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional El Tari Kupang menanam 340 bibit pohon di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) InJourney Green. Penanaman yang berlangsung Senin itu mencakup jenis pinang hias dan mahoni, sehingga akumulasi bibit yang telah ditanam perusahaan di wilayah tersebut mencapai 640 bibit. General Manager Bandara El Tari Kupang menyebut kegiatan ini sebagai wujud komitmen bersama dengan Pemerintah Kabupaten Kupang untuk meningkatkan kualitas lingkungan.
KUPANG — General Manager Bandara Internasional El Tari Kupang Teguh Darmawan Saiman menyatakan penanaman pohon bukan sekadar kegiatan simbolis. Menurut dia, langkah itu merupakan wujud nyata komitmen bersama antara PT Angkasa Pura Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Kupang.
Teguh menyampaikan hal tersebut di Kupang, Senin, usai kegiatan penanaman berlangsung. Ia menekankan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas lingkungan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menghadirkan udara yang lebih bersih dalam menghadapi perubahan iklim.
Dari 340 bibit yang ditanam, jenis yang dipilih antara lain pinang hias dan mahoni. Penambahan ini membuat total bibit pohon yang telah ditanam PT Angkasa Pura Indonesia di wilayah Kabupaten Kupang mencapai 640 bibit.
Penanaman pohon dipandang sebagai bentuk investasi lingkungan yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan masyarakat dan generasi mendatang. Program TJSL InJourney Green juga diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan melalui upaya menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan.
Teguh berharap bibit pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik sehingga memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang. Harapan itu ia sampaikan secara langsung dalam kegiatan tersebut.
"Kami berharap setiap pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi anak cucu kita kelak," ujarnya.
Menurut dia, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan program pelestarian lingkungan tidak hanya berhenti pada kegiatan penanaman. Pemeliharaan secara berkelanjutan menjadi kunci agar pohon-pohon tersebut benar-benar memberi dampak.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang dan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.