NUSA TENGGARA TIMUR — Kabar ini menjadi angin segar di tengah industri game yang sedang tidak stabil. Black Pony Immersive tidak hanya diisi oleh Smith dan Horne, tetapi juga menggaet sejumlah veteran dari studio ternama seperti Insomniac, Epic, Avalanche, dan Volition. Ricardo Bare, creative director yang pernah terlibat dalam Redfall, Prey, dan Dishonored, juga ikut bergabung sebagai design director.
Pendirian studio ini terjadi di saat yang krusial. Pada Juli lalu, Xbox melakukan gelombang PHK besar-besaran dan menutup Arkane Austin, studio tempat Smith dan Horne sebelumnya bernaung. Kini, nasib tim sisa Arkane yang tengah menggarap game Blade pun masih belum jelas dan berada di tangan otoritas Prancis.
Di sisi lain, Warren Spector, tokoh yang dijuluki "bapak immersive sim" dan mentor Smith saat menggarap Deus Ex, baru saja mengumumkan pensiun dari industri game. Artinya, ada kekosongan besar yang dirasa pas untuk diisi oleh studio baru dengan visi yang mirip.
Meski belum ada pengumuman resmi mengenai judul game yang sedang dikembangkan, fokus studio sudah sangat jelas. Mereka ingin membuat game dengan dunia orisinal yang kaya, gameplay yang muncul secara alami (emergent gameplay), dan tentu saja, pengalaman imersif yang mendalam.
Nama "Immersive" yang dipasang di nama studio bukan sekadar hiasan. Di situs resmi mereka, tertulis kalimat penutup, "Through the looking glass, we're chasing a dream of mystery, meaning, and creative play." Kalimat ini adalah referensi langsung ke Looking Glass Studios, pengembang legendaris di balik System Shock, Thief, dan Ultima Underworld yang mendefinisikan genre ini di era 1990-an.
Dalam siaran pers yang dirilis, Smith menyampaikan alasannya mendirikan studio baru ini di tengah ketidakpastian industri.
"Selama masa volatilitas industri, saya bangga mengumumkan langkah selanjutnya dalam perjalanan saya di dunia video game dengan hadirnya studio baru ini. Upaya ini mencerminkan semua yang telah kami pelajari, dan semua yang kami hargai. Kenangan game favorit saya datang dari melihat pemain menghadapi tantangan dengan kreativitas, menyelami dunia yang kami bangun. Kami mencoba menghargai rasa ingin tahu dan eksplorasi pemain. Di studio baru kami, kami membangun game single-player yang paling kami sukai," ujar Harvey Smith.
Bagi penggemar setia genre immersive sim, kehadiran Black Pony Immersive adalah harapan baru. Setelah penutupan Arkane Austin dan pensiunnya Warren Spector, banyak yang khawatir genre ini akan semakin ditinggalkan publisher besar. Studio ini hadir dengan komposisi tim yang solid dan visi yang jelas untuk meneruskan warisan Looking Glass.
Belum ada informasi mengenai platform rilis atau jadwal perilisan game pertama mereka. Namun, dengan rekam jejak tim yang luar biasa, publik tentu menantikan karya orisinal yang bisa kembali menghidupkan genre yang sempat meredup ini.