Baznas Dirikan Dapur Umum di Ponpes Pancasila Manggarai Barat, Produksi Makanan Siap Saji untuk Pengungsi Gempa NTT

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:43:31 WIB
Baznas RI mengoperasikan dapur umum di Ponpes Pancasila, Manggarai Barat, untuk melayani kebutuhan makan pengungsi gempa NTT.

JAKARTA — Baznas RI memastikan respons kemanusiaan pascagempa bumi berkekuatan M 7,7 yang mengguncang kawasan Flores tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan logistik. Lembaga amil zakat nasional itu kini mengoperasikan dapur umum di Ponpes Pancasila, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai Barat, untuk melayani kebutuhan makan warga yang mengungsi.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menyatakan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama pangan, menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana di NTT. Dapur umum disebutkan langsung memproduksi makanan dengan bantuan sejumlah relawan dan masyarakat setempat.

Makanan Siap Saji untuk Warga di Pengungsian

"Dapur umum sudah mulai beroperasi untuk segera memproduksi sejumlah makanan dengan dibantu oleh sejumlah relawan dan warga setempat untuk menyediakan makanan siap saji bagi masyarakat di pengungsian," kata Idy dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (19/8).

Idy menambahkan, keterlibatan warga dalam proses memasak diharapkan mampu mempercepat pelayanan sekaligus memperkuat koordinasi penyaluran bantuan. Jumlah makanan yang diproduksi akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan riil para pengungsi di lapangan.

"Yang paling penting adalah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Di samping menyediakan dapur umum, Baznas juga terus mengerahkan berbagai upaya untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan selama masa tanggap bencana," ujarnya.

Komitmen Pendampingan hingga Masa Pemulihan

Idy menegaskan bahwa operasional dapur umum merupakan bagian dari respons kemanusiaan jangka pendek. Baznas berkomitmen hadir mendampingi masyarakat terdampak tidak hanya selama masa tanggap darurat, tetapi juga hingga fase pemulihan pascagempa.

"Baznas sangat prihatin atas musibah yang terjadi di NTT. Kita tahu banyak saudara-saudara kita yang terdampak dan membutuhkan bantuan. Karena itu, Baznas berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat terdampak bencana hingga masa pemulihan," tutur Idy.

Lembaga tersebut juga akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan untuk memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan mendesak warga.

Pemerintah Pusat Turun Tangan Sejak Hari Pertama

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascagempa. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan jajaran menteri dan pimpinan lembaga telah berada di NTT sejak hari pertama kejadian untuk meninjau lokasi dan membahas percepatan pemulihan.

"Sejak hari pertama kejadian kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," ucap Pratikno.

Kehadiran pemerintah pusat di lokasi bencana disebut sebagai bentuk kepedulian serta komitmen untuk mendampingi masyarakat terdampak secara langsung di tengah situasi darurat.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top