JAKARTA — Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menyatakan pengerahan enam pesawat ini bertujuan agar masyarakat terdampak bencana dapat segera memperoleh pangan dan kebutuhan lainnya. Keenam pesawat tersebut masih disiagakan hingga kondisi di NTT kondusif dan keadaan warga berangsur pulih.
"Kekuatan pesawat terdiri atas dua C-130J Super Hercules, satu C-130 Hercules, satu Airbus A400M, dan dua Boeing 737," kata Nyoman saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Sejak Senin (17/8), pesawat-pesawat angkut tersebut telah mulai beroperasi menuju dua titik utama di NTT. Berikut rincian pengiriman yang tercatat:
Penggunaan pesawat berbadan lebar seperti Airbus A400M dan C-130J Super Hercules menandakan upaya TNI AU untuk memaksimalkan kapasitas angkut dalam satu kali penerbangan. Dengan total muatan yang mencapai puluhan ton, langkah ini diambil untuk memastikan logistik seperti pangan dan kebutuhan pokok lainnya tiba lebih cepat di lokasi pengungsian.
Nyoman memastikan bahwa pesawat-pesawat angkut TNI AU tidak hanya bertugas sekali, melainkan akan terus disiagakan untuk mengangkut bantuan logistik ke NTT. Penugasan ini akan berlanjut sesuai dengan kebutuhan di lapangan hingga masa tanggap darurat dinyatakan selesai.