NUSA TENGGARA TIMUR — Gempa yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) sempat melumpuhkan separuh infrastruktur telekomunikasi TelkomGroup di wilayah tersebut. Namun, kerja cepat tim teknis di lapangan membuat layanan berangsur pulih hanya dalam hitungan jam.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengungkapkan, pada awal kejadian sekitar 50 persen BTS Telkomsel terganggu. Kondisi itu kini berubah drastis seiring pulihnya pasokan listrik dan upaya perbaikan yang dipercepat.
"Alhamdulillah trafik sudah berangsur normal. Sejalan dengan upaya percepatan perbaikan yang kami lakukan dan listrik yang mulai kembali, sebagian besar sudah pulih," ujar Dian dalam Rakor Penanganan Gempa wilayah NTT, Minggu (16/8).
Data TelkomGroup mencatat, sebanyak 400 BTS dan 2.600 pelanggan IndiHome yang sempat terdampak di awal gempa telah kembali normal dalam kurun waktu kurang dari satu hari. Wilayah pemulihan diprioritaskan di Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Alor, Ende, dan Ngada.
Dari total 17.062 pelanggan IndiHome di NTT, sebanyak 16.788 pelanggan atau 98,3 persen kini telah terlayani kembali. Sisanya masih dalam proses pemulihan secara bertahap karena menunggu kesiapan infrastruktur pendukung di lapangan.
Jaringan backbone TelkomGroup sendiri disebut masih berfungsi baik berkat jalur cadangan. Meski begitu, putusnya sejumlah fiber optik di darat dan laut sempat menurunkan kapasitas layanan di beberapa titik.
Untuk mempercepat pemulihan, TelkomGroup menerjunkan 300 personel teknis ke wilayah terdampak. Mereka bertugas melakukan asesmen, perbaikan jaringan, dan penanganan infrastruktur pendukung dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan warga sekitar.
Genset bergerak dan tetap juga dimaksimalkan di masing-masing area untuk menjaga layanan tetap hidup sembari menunggu normalisasi listrik dari PLN. Langkah ini dinilai krusial karena sebagian besar gangguan BTS dipicu oleh padamnya aliran listrik.
TelkomGroup turut berkoordinasi dengan Danantara Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital, BNPB, BPBD, TNI/Polri, serta pemerintah daerah agar penanganan di lapangan berjalan aman dan terkoordinasi.
Bagi masyarakat yang membutuhkan akses komunikasi darurat, Telkomsel menyediakan Paket Darurat berisi 3GB internet, 100 SMS, dan 300 menit telepon seharga Rp1 dengan masa berlaku tujuh hari. Paket ini bisa diaktifkan melalui dial 88820#.
Dian menegaskan, konektivitas menjadi kebutuhan vital di tengah bencana, baik untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun mengakses informasi. "Seluruh tim TelkomGroup terus bergerak dan mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk mempercepat pemulihan layanan," tutupnya.
TelkomGroup menyampaikan keprihatinan mendalam kepada masyarakat NTT yang terdampak gempa. Informasi perkembangan layanan dan penanganan bencana dapat diakses melalui Hotline Tanggap Bencana TelkomGroup.