Pencarian

3 Etape Camino Flores Resmi Dirancang, Jalur Ziarah Katolik 70 Km Bakal Hubungkan Manggarai Barat hingga Flores Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 • 12:34:02 WIB
3 Etape Camino Flores Resmi Dirancang, Jalur Ziarah Katolik 70 Km Bakal Hubungkan Manggarai Barat hingga Flores Timur
BPOLBF merancang tiga etape Camino Flores dengan total jarak tempuh 70 kilometer yang menghubungkan Manggarai Barat hingga Flores Timur.

LABUAN BAJO — Camino Flores tidak akan menjadi satu jalur tunggal, melainkan tiga etape terpisah yang masing-masing memiliki jarak tempuh 70 kilometer. Perancangan ini tengah dimatangkan oleh Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) sebagai produk wisata minat khusus yang berkelanjutan.

Etape Barat akan menyusuri wilayah Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur. Sementara Etape Tengah dirancang mulai dari Bajawa, Nagekeo, hingga Ende. Adapun Etape Timur mencakup rangkaian wilayah Maumere dan Flores Timur.

Mengapa Camino Flores Dikembangkan di NTT?

Besarnya populasi umat Katolik menjadi modal utama pengembangan jalur ziarah ini. Data yang dihimpun BPOLBF menyebutkan, sekitar tiga juta jiwa penganut Katolik berada di NTT, dengan dua juta di antaranya bermukim di Pulau Flores.

“Ini menunjukkan bahwa Pulau Flores menjadi rumah bagi sekitar 22,6 persen dari seluruh umat Katolik di Indonesia,” ujar Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung dalam keterangan resminya, Senin (3/8/2026).

Angka tersebut menjadi alasan kuat mengapa pengembangan wisata religi tidak lagi hanya berfokus pada penyelenggaraan kegiatan seremonial, tetapi mulai beralih ke pembangunan ekosistem pariwisata yang terintegrasi.

Daftar Titik Spiritual yang Masuk Rute Ziarah

Beberapa lokasi ikonik telah masuk dalam daftar kunjungan Camino Flores. Peziarah nantinya akan diajak menyusuri situs-situs religi Katolik yang tersebar di sepanjang rute.

  • Patung Maria Bunda Segala Bangsa di Nilo
  • Gua Maria Sere
  • Watu Krus Bola
  • Replika Kota Bethlehem
  • Kamar Paus (Vatikan Semalam)
  • Gereja Tua Sikka
  • Kapela Tuan Meninu

Bukan Sekadar Jalan Kaki, tapi Ekosistem Ekonomi Warga

Andhy menegaskan bahwa Camino Flores dirancang bukan sekadar menghadirkan jalur peziarahan. Konsep ini sekaligus membangun ekosistem pariwisata berbasis spiritualitas, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

“Ini menunjukkan bahwa Pulau Flores menjadi rumah bagi sekitar 22,6 persen dari seluruh umat Katolik di Indonesia,” kata Andhy.

“Besarnya populasi umat Katolik tersebut menjadi modal strategis bagi Flores untuk mengembangkan wisata religi Katolik sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi ziarah unggulan di Indonesia,” tambah dia.

Dengan skema tiga etape yang terpisah, BPOLBF membuka peluang bagi setiap daerah untuk mengelola potensi wisata lokalnya masing-masing. Mulai dari homestay warga, kuliner khas, hingga pemandu lokal yang bisa terlibat langsung dalam rantai ekonomi baru ini.

Sejak digencarkan pada 2024 lalu, pengembangan wisata minat khusus di kawasan ini memang terus menunjukkan progres. Kini, fokusnya diarahkan pada produk wisata yang lebih terukur dan memberikan pengalaman spiritual mendalam bagi setiap peziarah.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks