KUPANG — Ratusan peserta dari berbagai instansi dan komunitas memadati jalanan Kota Kupang dalam gelaran Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya yang dilepas langsung oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena, Kamis. Kegiatan yang digelar Pemprov NTT ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Melki Laka Lena menyatakan pawai ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan cermin kemajuan daerah. "Pawai Pembangunan dan Karnaval budaya ini merupakan bukti bahwa NTT semakin berkembang dan memiliki budaya beragam yang patut untuk dijaga," ujarnya saat melepas rombongan peserta.
Kegiatan ini diikuti oleh 69 tim yang berasal dari berbagai unsur. Mereka terdiri dari sejumlah dinas di lingkungan Pemprov NTT, kelompok pelajar, dunia usaha, hingga instansi Polri dan TNI. Tak ketinggalan, perwakilan etnis budaya dari luar NTT turut ambil bagian, memperkuat nuansa keberagaman dalam karnaval tersebut.
Menurut gubernur, ajang ini menjadi etalase kekuatan NTT. Keberagaman instansi, adat, pakaian tradisional, hingga komunitas masyarakat ditampilkan untuk menunjukkan identitas dan potensi daerah.
Di luar aspek budaya, Gubernur Melki menekankan bahwa perhelatan ini memiliki dampak langsung terhadap perekonomian warga. Ia menyebut banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan momen ini dengan berjualan di sepanjang rute pawai.
Keramaian pengunjung yang menonton karnaval menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang. Hal ini sejalan dengan harapan gubernur agar peringatan kemerdekaan mampu mendorong lahirnya lebih banyak produk unggulan daerah.
Melki Laka Lena optimistis momentum kemerdekaan dapat memacu pengembangan produk lokal. Ia menyebut program One Village One Product (OVOP), One Village One Company (OCOP), dan One Sub-District One Product (OSOP) sebagai kunci untuk memunculkan produk unggulan baru di NTT.
Pengembangan tersebut, lanjut dia, diharapkan melibatkan berbagai institusi. Mulai dari kelompok kerukunan, paguyuban, instansi vertikal, BUMN, BUMD, hingga TNI dan Polri agar hasilnya lebih maksimal dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Di samping ekonomi, gubernur juga mendorong penguatan sektor pendidikan melalui program jam belajar masyarakat. Hal ini dinilai penting untuk membangun sumber daya manusia NTT yang lebih berkualitas di masa mendatang.