Pencarian

Kisah Haru Wisuda Unipa Maumere, Ayah Pindahkan Kuncir Toga Rizky Penyandang Disabilitas Asal Pariaman

Minggu, 11 Oktober 2026 • 20:31:01 WIB
Kisah Haru Wisuda Unipa Maumere, Ayah Pindahkan Kuncir Toga Rizky Penyandang Disabilitas Asal Pariaman
Ayah Rizky memindahkan kuncir toga anaknya dalam prosesi wisuda Unipa Maumere.

MAUMERE — Prosesi pemindahan kuncir toga oleh orang tua jarang terjadi di Unipa Maumere. Rektor Jonas memilih Herman Fadrizal, ayah Rizky, untuk melakukan sendiri prosesi itu di atas podium. Raut bahagia Herman terlihat jelas saat melakukannya, disambut tepuk tangan seluruh hadirin.

Rizky mengaku bangga dan terharu. Baginya, keterbatasan fisik bukan penghalang meraih pendidikan tinggi.

"Saya memilih untuk kuliah karena bagi kami penyandang disabilitas, pendidikan itu sangat penting. Menempuh pendidikan di perguruan tinggi adalah impian kami yang sangat besar," ujar Rizky.

Empat Tahun Kuliah dengan Segudang Kendala

Perjalanan Rizky menempuh kuliah tidak mulus. Tantangan utama datang dari faktor transportasi, harus naik turun tangga, dan kondisi kesehatannya.

Setiap hari kuliah, Rizky selalu diantar orangtuanya menggunakan sepeda motor. Rektor Unipa memberikan kemudahan akses khusus karena fasilitas gedung belum dilengkapi lift dan eskalator.

"Kami membuka ruang. Mestinya untuk sepeda motor langsung ke are parkiran, tetapi khusus untuk Muhammad Rizky, motor boleh langsung menuju tangga ruang kelas karena fasilitas gedung belum dilengkapi lift dan eskalator," jelas Jonas.

Selama empat tahun, teman-teman sekelas Rizky kompak bergotong-royong membantunya. Mereka menggotong Rizky masuk ke ruang kelas yang berada di lantai dua.

"Selama empat tahun, teman-temannya selalu membantu menggotong Rizky masuk ke ruang kelas yang berada di lantai dua," ungkap Jonas.

Cita-cita Jadi Programer hingga Beasiswa LPDP

Rizky menyimpan motivasi besar selama kuliah: menjadi programer hebat. Ia juga ingin membangun bangsa lebih maju sekaligus memperjuangkan hak-hak yang sama bagi para disabilitas.

Rasa syukur disampaikan Rizky kepada orangtua dan teman-temannya yang setia mendampingi.

"Terima kasih kepada orangtua saya mereka tidak minder punya anak seperti saya dan selalu mendukung saya. Terima kasih juga kepada kakak saya yang sedang sakit, yang selalu memberikan motivasi kepada saya sebagai adik serta teman-teman yang selama ini membantu saya kuliah," ucap Rizky.

Setelah menyelesaikan kuliah, Rizky ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang strata dua melalui jalur beasiswa LPDP. Herman mendukung penuh keinginan anaknya.

"Semoga anak saya bisa lulus jalur LPDP bisa lanjut di S2," ujarnya.

Unipa Klaim Kampus Inklusif, Akui Fasilitas Belum Ramah Disabilitas

Rektor Jonas menegaskan Unipa menjadi kampus inklusif dan terbuka bagi siapa saja, termasuk penyandang disabilitas. Sejumlah penyandang disabilitas tercatat studi di beberapa program studi.

"Di Unipa sudah banyak penyandang disabilitas yang studi di beberapa program studi. Salah satunya Muhammad Rizky di Program Studi Teknik Informatika," ujarnya.

Jonas mengakui infrastruktur kampus masih perlu dibenahi. Catatan dari setiap asesor saat akreditasi menyoroti pentingnya gedung ramah terhadap penyandang disabilitas.

"Catatan dari setiap asesor saat akreditasi adalah setiap gedung harus ramah terhadap penyandang disabilitas. Ke depannya kami akan menambah fasilitas ramah disabilitas, termasuk menyiapkan toilet khusus untuk mereka," pungkasnya.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekorantt.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks