KUPANG — Sebanyak 75 siswa dari 75 SD/MI sederajat di Kota Kupang mengikuti lomba bertutur cerita daerah yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) setempat. Ajang ini dirancang untuk mengukur pemahaman anak terhadap bahan bacaan, bukan sekadar kompetisi bercerita.
Bunda Literasi Kota Kupang Widya Cahya mengatakan kemampuan bertutur yang baik mencerminkan penguasaan materi yang dibaca siswa.
"Kalau misalnya anak-anak bisa sampai bertutur dengan baik, otomatis sebenarnya dia mengerti bahan bacaannya," katanya di Kupang, Selasa.
Mengapa Lomba Bertutur Jadi Tolok Ukur Literasi?
Menurut Widya, kegiatan ini mendorong anak-anak lebih banyak berlatih membaca. Kompetensi literasi yang terbangun lewat kebiasaan tersebut diharapkan berdampak langsung pada kemampuan belajar dan indeks literasi Kota Kupang.
Ia mengapresiasi Dinas Arpus yang menyelenggarakan lomba karena membaca dan memahami bahan bacaan merupakan fondasi penting pengembangan literasi anak.
Widya juga meminta para peserta tidak takut tampil dan tetap semangat membaca meskipun harus menghadapi rasa cemas saat perlombaan berlangsung.
"Buat saya semua adalah pemenang hari ini. Mereka sudah mempersiapkan diri dengan baik, membaca materi berulang-ulang dan memahami materi yang mereka baca," ujarnya.
Sasaran Peserta dan Materi yang Diangkat
Kepala Bidang Pembinaan dan Perpustakaan Dinas Arpus Kota Kupang Erni Kelendonu selaku ketua panitia menjelaskan, lomba menyasar siswa kelas 4 dan/atau kelas 5 SD/MI sederajat dari sekolah negeri maupun swasta.
Kegiatan tingkat Kota Kupang Tahun 2026 ini mengangkat cerita bernuansa kepahlawanan dan legenda daerah.
Erni menyebut lomba bertutur bertujuan meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat serta menumbuhkan kegemaran membaca anak-anak.
Membangun Karakter Lewat Cerita Budaya
Ia menambahkan, lomba ini sekaligus mempopulerkan buku-buku cerita budaya daerah yang sarat nilai kehidupan.
"Lomba ini juga bertujuan mempopulerkan buku-buku cerita budaya daerah yang mengandung nilai-nilai kehidupan, membangun karakter bangsa melalui buku, serta menumbuhkan kecintaan terhadap karya budaya bangsa," kata Erni.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Kupang dalam memperkuat ekosistem literasi sejak usia dini melalui pendekatan kearifan lokal.