NUSA TENGGARA TIMUR — Penguatan IHSG pada akhir pekan lalu tidak lepas dari data cadangan devisa Indonesia yang kembali menanjak. Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa Juni 2026 mencapai US$145,6 miliar, naik dari US$144,9 miliar pada Mei. Angka ini menjadi sinyal pemulihan setelah sebelumnya cadangan sempat tertekan di level terendah dalam hampir dua tahun akibat gejolak nilai tukar rupiah.
Dari sisi bursa global, Wall Street juga ditutup mayoritas menguat. Laporan tenaga kerja AS menunjukkan penurunan jumlah lapangan kerja bulanan sejak Februari, meredakan spekulasi kenaikan suku bunga The Fed. Kondisi ini menjadi angin segar bagi pasar emerging market seperti Indonesia.
Sektor Infrastruktur dan Basic Materials Pimpin Kenaikan
Sektor infrastruktur menjadi pendorong utama dengan apresiasi 2,17%, disusul basic materials yang naik 1,63%. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih di pasar reguler dengan nilai signifikan.
Saham-saham dengan akumulasi beli asing terbesar pada perdagangan Jumat lalu antara lain:
- BBRI
- TPIA
- ANTM
- TINS
- BRPT
Sentimen Teknikal dan Proyeksi Pergerakan IHSG
Secara teknikal, candle terakhir IHSG membentuk pola bullish dan masih bertahan di atas MA5 dan MA20. Indikator MACD juga menunjukkan sinyal golden cross, yang lazim diartikan sebagai momentum penguatan berkelanjutan.
“Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG akan mengalami penguatan. Berikut saham pilihan hari ini: BRMS, BUMI, AALI, dan BRPT,” ujar riset harian dari Reliance Sekuritas, Senin (10/8/2026).
Reliance Sekuritas memproyeksikan indeks bergerak di kisaran support 6.344 dan resistance 6.472 dengan kecenderungan menguat. Pada pembukaan perdagangan pagi ini, sentimen positif juga terpantau dari bursa kawasan Asia. Nikkei 225 menguat 1,61% dan Kospi naik 1,29%.
Pilihan Saham untuk Perdagangan Hari Ini
Keempat saham rekomendasi Reliance Sekuritas berasal dari sektor berbeda. BRMS dan BUMI merupakan emiten tambang yang diuntungkan tren harga komoditas. AALI berada di sektor perkebunan kelapa sawit, sementara BRPT menjadi pilihan dari sektor industri kimia yang masuk dalam daftar beli asing terbesar.
Investor perlu mencermati level support dan resistance yang telah dipetakan analis untuk menentukan titik entry dan exit yang optimal. Fluktuasi harga komoditas global dan pergerakan nilai tukar rupiah tetap menjadi variabel yang perlu diwaspadai dalam perdagangan hari ini.
Investasi mengandung risiko.