KUPANG — Rentetan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada Sabtu (8/8) menghasilkan kolom abu vulkanik kelabu dengan intensitas tebal yang condong ke arah barat daya dan barat. Petugas Pemantau Gunung Lewotobi Laki-laki, Bramantya Aji Putra Mahendra, melaporkan erupsi terakhir terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 44,4 milimeter dan durasi sekitar satu menit 29 detik.
Status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada di Level III atau Siaga. Bramantya menegaskan larangan aktivitas bagi masyarakat, pengunjung, dan wisatawan dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.
Larangan Aktivitas Radius 5 Km dan Imbauan Keselamatan Warga
Imbauan ini dikeluarkan menyusul potensi bahaya yang mengintai warga di sekitar gunung. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mempercayai isu yang tidak jelas sumbernya.
Warga yang terdampak hujan abu diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.
Waspada Banjir Lahar Hujan di 8 Wilayah Ini
Potensi bahaya sekunder juga perlu diantisipasi. Bramantya meminta warga mewaspadai banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Koordinasi Penanganan dan Pemantauan Aktivitas Vulkanik
Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. Koordinasi juga dilakukan dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi di Bandung.
PVMBG akan terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT dan Satlak PB setempat untuk menyampaikan informasi perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki kepada masyarakat. Masyarakat diminta mematuhi seluruh rekomendasi yang dikeluarkan pihak berwenang demi keselamatan bersama.