FLORES TIMUR — Kolom abu vulkanik berwarna kelabu tebal terpantau meluncur deras dari puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, Jumat siang. Abu tersebut terbawa angin mengarah kuat ke barat dan barat laut dari pusat erupsi.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan erupsi terekam jelas di seismogram pada pukul 14.18 WITA. Getaran letusan tercatat memiliki amplitudo maksimum 29,6 milimeter dengan durasi gempa selama dua menit 11 detik.
Warga Diimbau Waspadai Banjir Lahar Hujan
Selain ancaman abu vulkanik yang bisa mengganggu pernapasan, Badan Geologi meminta warga yang bermukim di sekitar aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan. Daerah aliran sungai seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, hingga Boru disebut berpotensi mengalami banjir lahar hujan jika turun hujan deras di puncak gunung.
"Masyarakat yang berada di sekitar area terdampak hujan abu diimbau untuk mengenakan masker atau penutup hidung dan mulut guna mencegah gangguan sistem pernapasan," kata Lana dalam keterangan resminya.
Aktivitas Warga di Radius 5 Kilometer Dilarang
Badan Geologi menegaskan larangan bagi siapa pun, termasuk wisatawan, untuk melakukan aktivitas dalam radius aman lima kilometer dari pusat erupsi. Imbauan ini dikeluarkan menyusul masih tingginya potensi letusan susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Masyarakat yang tinggal di permukiman sekitar gunung diminta terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah dan Badan Geologi. Jalur evakuasi serta titik kumpul sementara yang sudah disiapkan aparat desa diharapkan tetap dijaga aksesnya.
Status Siaga Bertahan, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada tingkat Level III atau Siaga. Penetapan status ini berarti potensi bahaya mengancam pemukiman warga di beberapa desa yang berada dalam kawasan rawan bencana.
Gunung Lewotobi Laki-laki merupakan salah satu gunung api aktif di Flores Timur yang kerap menunjukkan peningkatan aktivitas dalam beberapa bulan terakhir. Masyarakat diminta tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengutamakan keselamatan.