KUPANG — Kunjungan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena ke gubuk Irene Da Costa dan Faustino D. A. Santos berlangsung di tengah rangkaian kegiatan Tour de EnTeTe 2026. Rombongan berhenti di rumah berdinding bambu yang sudah usang itu untuk berdialog langsung dengan penghuninya.
Irene dan Faustino tinggal bersama belasan anggota keluarga di gubuk yang jauh dari kata layak. Meski bertahan dalam keterbatasan, keduanya disebut terus merajut asa untuk menggapai cita-cita.
Gubernur tidak datang sendirian. Ia didampingi Pangdam Sobe Sonbay Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, dan Sekda NTT Fransiskus Sales Sodo.
Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki turut hadir, bersama pimpinan lembaga vertikal dan OPD lingkup Pemprov NTT. Rombongan menemui kedua warga Oebelo itu di sela perjalanan etape Pulau Timor dari Oebelo ke Pantai Lasiana.
Gubernur Melki menyebut bantuan rumah layak huni merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pembangunan rumah Irene dan Faustino akan dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi NTT. Pelaksanaannya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Kita akan bantu, biar benahi mama punya rumah jadi lebih baik lagi. Nanti PUPR yang kerja. Ini dalam rangka hari ulang tahun ke-68 NTT," ujar Melki, ketika berdialog dengan Irene Da Costa.
Dalam dialog itu, Gubernur Melki meminta Kepala Dinas PUPR NTT mempercepat proses pendataan administrasi. Tujuannya agar rumah bisa segera dibangun.
"Pak Kadis, urus agar administrasinya dipercepat," katanya.
Bantuan rumah layak huni menjadi salah satu bentuk intervensi Pemprov NTT di Kabupaten Kupang. Bagi Irene dan Faustino, kepastian itu menutup perjalanan panjang bertahan di gubuk tua bersama belasan anggota keluarga.