NUSA TENGGARA TIMUR — Tiga keluarga di Dusun V Kenanga, Desa Paya Perupuk, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kini menikmati sambungan listrik sendiri setelah bertahun-tahun menyalur dari rumah tetangga. Sambungan gratis itu diserahkan melalui program Light Up The Dream (LUTD) yang dibiayai donasi sukarela pegawai PT PLN (Persero).
Komisaris Independen PT PLN (Persero) Ali Masykur Musa menyalakan langsung sambungan listrik di rumah Suryani, salah satu penerima manfaat, dalam seremoni yang digelar Minggu (1/11). Turut hadir Executive Vice President Pelayanan Pelanggan dan Niaga PLN Raditya Hari Nugraha, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara Rizky Mochamad, dan Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Binjai Muhammad Isra.
Selain Suryani, dua warga lain di dusun yang sama, Rudi Antoni dan Muhammad Azwar, menerima bantuan penyambungan listrik gratis pada kesempatan tersebut. Ketiganya sebelumnya tercatat sebagai keluarga prasejahtera yang belum memiliki sambungan listrik mandiri.
PLN tidak berhenti pada pemasangan sambungan. Ketiga keluarga penerima manfaat juga menerima bantuan token listrik dan paket sembako. Lewat Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, paket sembako disalurkan kepada 30 kepala keluarga lain di sekitar lokasi.
Program Light Up The Dream bersumber dari donasi sukarela pegawai PLN. Skema pendanaannya berbeda dari program subsidi negara — nilainya dikumpulkan dari pemotongan penghasilan insan PLN yang ingin membantu keluarga prasejahtera memperoleh akses kelistrikan.
Selama ini Suryani dan keluarganya menyalur listrik dari rumah tetangga untuk kebutuhan sehari-hari. Cara itu memang lazim di sejumlah wilayah, tetapi menyimpan risiko: beban tagihan menumpuk di satu meteran, kabel sambungan rawan tidak standar, dan pasokan bisa terputus kapan saja.
Rizky Mochamad menyebut kehadiran listrik memiliki arti lebih besar daripada sekadar penerangan. Menurutnya, sambungan mandiri membuka kesempatan yang lebih luas bagi keluarga penerima, mulai dari kenyamanan beraktivitas, dukungan pendidikan anak, hingga peningkatan produktivitas.
"Di balik setiap sambungan listrik yang kita nyalakan, ada harapan keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Hari ini, tiga keluarga akhirnya dapat menikmati listrik dari sambungan sendiri," ujar Rizky dalam keterangan resmi.
Ali Masykur mengajak Suryani menyalakan listrik bersama-sama dengan mengucap basmalah. Momen itu disambut tepuk tangan warga yang hadir. Bagi Suryani, hari tersebut menutup penantian panjang atas sambungan listrik milik sendiri.
"Program Light Up The Dream ini merupakan bantuan dari kawan-kawan PLN untuk masyarakat yang membutuhkan. Ayo, Ibu, dengan mengucap bismillah kita nyalakan," ujar Ali Masykur.
Rizky menambahkan, pemerataan akses kelistrikan perlu berjalan beriringan dengan kepedulian sosial agar manfaat pembangunan dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Ia juga mengapresiasi insan PLN yang secara sukarela menyisihkan sebagian penghasilan untuk program tersebut.
"Kami ingin kehadiran PLN tidak berhenti ketika listrik berhasil dinyalakan. Melalui Light Up The Dream dan kepedulian YBM PLN, kami ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas," tambahnya.
Bagi warga penerima, program ini menghapus ketergantungan pada sambungan tetangga dan memberi kepastian pasokan listrik untuk aktivitas rumah tangga maupun usaha kecil. Bagi PLN, LUTD berfungsi sebagai instrumen tanggung jawab sosial yang tidak membebani anggaran perusahaan karena dananya berasal dari pegawai.
PLN mencatat inisiatif ini sebagai bagian dari komitmen mendukung pemerataan akses energi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Jumlah penerima manfaat LUTD secara nasional belum disebutkan dalam keterangan tersebut, begitu pula target penambahan keluarga prasejahtera yang akan disambung pada periode berikutnya.