Bupati TTU dan Gubernur NTT Lepas Peserta Tour de EnTeTe Etape Pulau Timor, Rute Oeprigi-Polen

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Kamis, 05 November 2026 | 08:01:02 WIB
Bupati TTU Falent Kebo dan Gubernur NTT melepas peserta Tour de EnTeTe etape Pulau Timor di halaman Kantor Desa Oeprigi.

KEFAMENANU — Pelepasan peserta berlangsung di halaman Kantor Desa Oeprigi, titik awal yang dipilih karena berada di wilayah perbatasan antarkabupaten. Bupati Falent Kebo menilai pemilihan lokasi itu punya makna tersendiri bagi warga di kedua kabupaten.

Menurut Falent, Tour de EnTeTe bukan sekadar aktivitas olahraga dan rekreasi. Kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat NTT.

Perbatasan Bukan Garis Pemisah Administratif

Dalam sambutannya, Falent menegaskan bahwa wilayah perbatasan tidak boleh hanya dipandang sebagai garis pemisah administratif antara satu kabupaten dengan kabupaten lainnya. Kawasan itu, katanya, harus dimaknai sebagai ruang perjumpaan, persaudaraan, dan kolaborasi.

"Pelaksanaan jalan sehat yang mengambil titik pelepasan di wilayah perbatasan antarkabupaten memiliki makna tersendiri. Wilayah perbatasan tidak boleh hanya dipandang sebagai garis pemisah administratif antara satu kabupaten dengan kabupaten lainnya. Sebaliknya, kawasan tersebut harus dimaknai sebagai ruang perjumpaan, persaudaraan, dan kolaborasi untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik," kata Falent Kebo.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh panitia penyelenggara yang telah menggagas serta melaksanakan kegiatan tersebut.

Setiap Etape Diminta Tinggalkan Manfaat bagi Warga

Falent mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun pihak swasta, memberikan perhatian lebih besar kepada masyarakat yang berada di sepanjang etape perjalanan Tour de EnTeTe. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi perjalanan melintasi wilayah, tetapi juga meninggalkan kesan dan manfaat bagi masyarakat yang dilewati.

"Setiap etape harus menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat kehidupan masyarakat, mendengar aspirasi, mengenali potensi daerah, serta memahami berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan yang masih dihadapi," jelasnya.

Warga yang tinggal di sepanjang jalur perjalanan, lanjut Falent, merupakan bagian penting dari pembangunan NTT. Mereka harus mendapatkan perhatian, kesempatan, dan pelayanan pembangunan yang setara.

Rute kedua etape Pulau Timor ini berakhir di Kantor Camat Polen, Kabupaten TTS. Tour de EnTeTe sendiri digelar sebagai rangkaian menyambut HUT ke-68 Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: koranntt.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top