KUPANG — Kegiatan Minggu Kasih di Gereja GMIT Moria Liliba digelar pukul 07.00 WITA dan diikuti personel Polda NTT yang beragama Nasrani. Selain Ka SPKT, hadir personel Biro Operasi, Ditresnarkoba, dan SPKT Polda NTT. Ibadah berlangsung aman dan tertib.
Kehadiran jajaran kepolisian dalam ibadah Minggu itu disebut sebagai bentuk pendekatan humanis, bukan sekadar penugasan rutin. Polri ingin membangun hubungan sosial yang positif dengan warga jemaat di lingkungan sekitar.
AKBP Oktovianus Wadu Ere menyampaikan bahwa Minggu Kasih menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan itu juga membuka komunikasi yang baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
"Menjaga situasi kamtibmas yang kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat," kata Oktovianus dalam keterangan yang dirilis Tribrata News Polda NTT.
Interaksi terbuka dan penuh kekeluargaan diyakini membuat Polri semakin dekat dengan warga. Kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian pun diharapkan terus tumbuh dari pertemuan semacam ini.
Pelaksanaan Minggu Kasih di Kupang merupakan bagian dari upaya Polda NTT mendukung Quick Wins Kapolri Tahun 2026. Program itu menekankan pelayanan humanis, kehadiran Polri di tengah masyarakat, serta penguatan sinergi untuk menciptakan lingkungan aman dan damai.
Polda NTT mendorong personelnya tidak hanya hadir saat menjalankan tugas kepolisian. Personel juga diminta membangun hubungan sosial yang positif, menghormati kehidupan beragama, serta menjaga semangat toleransi dan persaudaraan.
Lewat kegiatan di Gereja GMIT Moria Liliba, Polda NTT berharap kebersamaan antara Polri dan masyarakat semakin kuat. Situasi kamtibmas di Nusa Tenggara Timur diharapkan tetap kondusif dengan dukungan seluruh elemen warga.