NUSA TENGGARA TIMUR — Membeli ponsel murah sering kali harus dibayar dengan pengalaman pemakaian yang terganggu iklan sistem dan tumpukan aplikasi bawaan. Deretan perangkat di bawah ini menawarkan antarmuka lebih bersih di rentang harga Rp1,3 juta hingga Rp4,8 juta. Simak pilihannya sebelum menentukan anggaran.
Ponsel terjangkau di pasar Indonesia kerap membawa aplikasi prainstal yang jarang dipakai dan promosi pop-up yang muncul tiba-tiba. Tumpukan itu bukan cuma membuat laci aplikasi semrawut, tetapi juga memakan ruang penyimpanan dan membebani kinerja perangkat. Sejumlah model terbaru mulai merespons keluhan tersebut dengan antarmuka yang lebih tenang.
Perlu dicatat, klaim "bebas bloatware" pada ponsel murah tetap perlu dibaca dengan jernih. Sebuah perangkat bisa saja minim iklan sistem agresif, namun tetap memuat aplikasi bawaan dari pabrikan maupun mitra pihak ketiga. Setelah pengaturan awal selesai, luangkan waktu memeriksa aplikasi bawaan, mengatur izin notifikasi, dan mencopot yang tidak diperlukan.
Varian 4/64 GB ponsel ini dipasarkan di kisaran Rp1,4 jutaan. Daya tarik utamanya ada pada antarmuka One UI yang dikenal rapi dan tidak berorientasi pada iklan pop-up agresif. Sejumlah aplikasi bawaan Samsung dan Google masih tersedia, tetapi pengguna punya kendali penuh untuk menyesuaikan notifikasi dan mengelola aplikasi agar layar tetap leluasa.
Ini pilihan paling ekonomis dalam daftar, dibanderol mulai Rp1,3 jutaan untuk varian 4/64 GB dan sekitar Rp1,5 jutaan untuk 4/128 GB. Funtouch OS berjalan di atas prosesor MediaTek Helio G85, dipadukan layar 6,56 inci 90 Hz dan baterai 5.000 mAh. Pemakaian untuk komunikasi, media sosial, dan browsing terasa nyaman, asal pengguna memilah aplikasi bawaan saat pertama menyalakan ponsel.
Di kelas Rp2 jutaan, Tecno Pova 7 mengandalkan antarmuka HiOS yang relatif bersih dari iklan pop-up berulang. Harganya mulai Rp1,9 jutaan untuk varian 8/128 GB hingga Rp2,3–2,4 jutaan untuk 8/256 GB. Ketiadaan iklan sistem agresif membuat navigasi harian dan sesi bermain game terasa lebih lancar tanpa interupsi.
OPPO A60 membawa ColorOS 14 berbasis Android 14 dengan tampilan visual teratur dan ramah pengguna. Dapur pacunya Qualcomm Snapdragon 680, dengan konfigurasi memori 8/128 GB di rentang harga Rp2,2 juta hingga Rp2,6 jutaan. Sistem ini memberi keleluasaan menghapus aplikasi bawaan yang tidak diperlukan agar laci aplikasi tetap lega dan ruang simpan tidak terbuang.
Untuk dana sekitar Rp3,7 jutaan, varian 8/256 GB ini menawarkan peningkatan perangkat lunak yang signifikan. XOS berbasis Android 15 didukung chipset Helio G100 Ultimate dan layar AMOLED 6,78 inci 144 Hz. Pengalaman software-nya jauh lebih tenang dibanding generasi Infinix terdahulu, meski aplikasi seperti Palm Store tetap perlu diperhatikan.
Di rentang Rp4,7 juta hingga Rp4,8 jutaan untuk varian 8/256 GB, Motorola menawarkan antarmuka yang sangat dekat dengan Android murni berbasis Android 15. Tampilannya sederhana dan minim gangguan, cocok bagi pengguna yang ingin pengalaman sistem operasi polos tanpa lapisan kustom berlebihan.
Dari enam opsi di atas, kebutuhan baterai jumbo, layar halus, atau antarmuka paling polos bisa jadi penentu akhir. Yang terpenting, sisihkan waktu menata aplikasi dan notifikasi di awal pemakaian agar ponsel murah tetap nyaman dalam jangka panjang.