KUPANG — Serena Francis menyebut penyediaan ruang kreatif merupakan bagian dari komitmen Pemkot Kupang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan potensi lokal, termasuk kreativitas generasi muda. Menurut dia, anak muda Kota Kupang punya peluang mengembangkan beragam bidang, mulai dari desain grafis, seni, film, hingga pengolahan potensi budaya menjadi produk bernilai ekonomi.
Salah satu hal menarik dari pembangunan ruang kreatif ini adalah pemanfaatan kembali ruangan di lingkungan Dinas Pariwisata yang sebelumnya dipakai menyimpan barang-barang tidak terpakai. Ruang tersebut kini dialihfungsikan agar memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Langkah itu menjadi penanda bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik. Pemkot Kupang ingin memastikan ada penciptaan kesempatan bagi warga untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi.
Fasilitas tersebut dirancang menampung hingga 100 orang. Dengan kapasitas itu, ruang kreatif diharapkan mampu mengakomodasi kegiatan bersama yang mempertemukan ide, keterampilan, dan peluang kerja sama.
Berbagai agenda direncanakan berlangsung di sana, seperti lokakarya, pameran karya, pelatihan, serta aktivitas kolaboratif komunitas dan pelaku ekonomi kreatif.
"Dari sini kita membuat satu ruang dan wadah sehingga anak-anak muda juga bisa punya ruang untuk menjual produk sebagai nilai tambah mereka," kata Serena di Kupang, Jumat.
Serena menekankan kreativitas tidak boleh berhenti sebagai ide atau sekadar aktivitas komunitas. Dengan dukungan fasilitas, jejaring, dan kesempatan yang tepat, kreativitas dapat berkembang menjadi produk, jasa, bahkan peluang usaha yang membantu meningkatkan pendapatan anak muda.
"Kreativitas tidak boleh berhenti sebagai ide atau sekadar menjadi aktivitas komunitas. Dengan dukungan fasilitas, jejaring, dan kesempatan yang tepat, kreativitas dapat berkembang menjadi produk, jasa, bahkan peluang usaha yang membantu meningkatkan pendapatan anak muda," ujarnya.
Keberadaan fasilitas ini, lanjut Serena, perlu diikuti aktivitas yang berkelanjutan. Pemerintah tidak hanya menyiapkan tempat, tetapi juga perlu membuka ruang kolaborasi agar komunitas kreatif dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengembangkan kemampuan dan memperluas jejaring.
Keterlibatan komunitas dan pelaku ekonomi kreatif menjadi kunci. Pemerintah dan komunitas diharapkan saling mendukung dalam menciptakan kegiatan produktif, memperkenalkan karya lokal kepada masyarakat, serta membuka peluang pasar yang lebih luas.
Serena menegaskan Pemkot Kupang terus memperhatikan kebutuhan pengembangan sektor ini, termasuk mendorong kebijakan yang mendukung tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif di kota itu.