Pemkot Kupang dan Kowani Salurkan Suplemen Hepachol untuk Pasien TBC, Pengobatan 6 Bulan Tetap Wajib

Penulis: Chandra Kusuma  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:31:02 WIB
Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis menyerahkan suplemen Hepachol kepada pasien TBC.

KUPANG — Pemkot Kupang bersama Kowani menyalurkan suplemen Hepachol sebagai dukungan tambahan bagi pasien TBC yang selama ini telah mendapat penanganan dari pemerintah daerah. Suplemen diberikan untuk membantu menjaga stamina dan mendukung efektivitas pengobatan, bukan sebagai pengganti terapi medis.

Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis menyatakan, pasien tetap harus mengikuti pengobatan sesuai ketentuan medis meski menerima suplemen tambahan. Ia menekankan pengobatan TBC selama enam bulan tidak boleh ditunda.

Pengobatan Enam Bulan Tidak Boleh Ditunda

Serena menjelaskan, suplemen Hepachol diharapkan mempercepat proses penyembuhan dengan memperkuat kondisi tubuh pasien. Menurutnya, daya tahan yang lebih baik membantu pasien menjalani pengobatan secara teratur hingga tuntas.

"Dengan suplemen ini, kami berharap penyembuhan bisa lebih cepat, memberikan kekuatan, dan stamina pasien menjadi lebih baik. Tetapi, pengobatan selama enam bulan tetap harus dijalani dan tidak boleh ditunda," ujar Serena, Kamis, 15 Oktober 2026.

Ia menegaskan program tersebut bukan pengganti pengobatan TBC yang telah berjalan di Kota Kupang. Penyaluran suplemen menjadi dukungan tambahan melalui kolaborasi lintas organisasi.

Skrining Kanker Payudara di Kegiatan yang Sama

Selain pembagian suplemen, kegiatan itu mencakup skrining kanker payudara yang melibatkan penerima manfaat program Inakasih. Serena berharap kolaborasi tersebut meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, khususnya penanganan TBC dan kesehatan perempuan di Kota Kupang.

Target Zero TBC di Kupang

Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto berharap bantuan itu menjadi salah satu upaya mendukung target eliminasi TBC di Indonesia, termasuk di Kota Kupang.

"Kita harap Kota Kupang ini nanti zero TBC," ujar Nannie.

Menurut dia, upaya menekan penyebaran TBC tidak cukup hanya melalui pengobatan. Masyarakat perlu membangun kebiasaan hidup bersih dan memberikan dukungan kepada pasien agar tidak merasa malu atau dikucilkan.

Nannie mengajak masyarakat memberikan dukungan sosial bagi penderita TBC agar bersedia menjalani pengobatan secara teratur.

"Penderita sakit tidak boleh kita kucilkan. Kita harus saling mendukung supaya mereka bisa berobat dengan senang dan tidak merasa malu," pungkasnya.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: ekorantt.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top