NUSA TENGGARA TIMUR — Pebalap Belgia Jelle Verstaen memecahkan rekor dunia jarak tempuh motor listrik sekali cas dengan menempuh 436,5 kilometer mengendarai Zero DS produksi. Angka itu melampaui rekor sebelumnya 310,7 kilometer dengan selisih lebih dari 125 kilometer, atau sekitar 40 persen. Rekor ini tercatat Guinness World Records setelah perjalanan dilacak GPS dan disaksikan pihak independen.
Pencapaian Verstaen diraih bukan dengan prototipe khusus. Motor yang dipakai adalah Zero DS versi produksi yang dilengkapi Power Tank opsional dari pabrikan, sehingga total kapasitas baterainya menjadi 19,2 kWh. Dua pengendara lain ikut dalam perjalanan yang sama dengan motor Zero berbeda, dan ketiganya sama-sama melewati rekor lama.
Rute pengujian dimulai dari dataran tinggi Pegunungan Alpen Prancis dan berakhir di pesisir Mediterania. Sepanjang perjalanan, Verstaen berusaha menjaga kecepatan jelajah rata-rata sekitar 52 km/jam.
Angka 52 km/jam terdengar lambat untuk ukuran motor, tapi justru itu strateginya. Hambatan udara meningkat tajam seiring naiknya kecepatan, sehingga melaju pelan menjadi cara paling efektif memperpanjang jangkauan baterai motor listrik.
Tim Zero memilih menempuh perjalanan pada malam hari hingga pagi berikutnya untuk menekan kepadatan lalu lintas. Pilihan itu membantu Verstaen menjaga ritme yang stabil dan efisien, terutama saat rute turun dari Alpen menuju dataran lebih rendah.
Verstaen bukan satu-satunya yang mencatat jarak jauh dalam sesi itu. Rekan-rekannya yang memakai Zero SR/S menempuh 350 kilometer dalam sekali cas, sementara pengendara Zero DSR/X mencapai 384 kilometer. Kedua angka itu sebenarnya sudah cukup untuk mengalahkan rekor sebelumnya.
Bagian akhir perjalanan berlangsung berat. Hujan lebat turun sekitar 100 kilometer terakhir, mengubah uji ketahanan semalaman itu menjadi perjuangan basah menuju garis akhir. Meski begitu, Verstaen dan Zero DS terus melaju hingga total jarak 436,5 kilometer tercatat.
Ada beberapa faktor yang perlu dicermati sebelum angka ini dijadikan patokan harian. Rute perjalanan dimulai dari ketinggian di Pegunungan Alpen dan berakhir di Mediterania, sehingga ada penurunan elevasi bersih yang membantu efisiensi meski tetap ada tanjakan di sepanjang jalan.
Faktor yang lebih besar adalah kecepatan. Target 52 km/jam sangat efisien untuk motor listrik, tapi tidak mewakili cara kebanyakan orang berkendara di jalan raya. Pada kecepatan tol yang umum, hambatan udara akan menguras baterai jauh lebih cepat.
Kecepatan rendah itu juga menjelaskan mengapa perjalanan banyak dilakukan malam hari. Menjaga laju sekitar 52 km/jam di jalan yang lalu lintas siangnya bergerak lebih cepat bisa merepotkan hingga berbahaya. Melakukannya tengah malam dengan lalu lintas lebih lengang jauh lebih masuk akal.
Rekor bukan soal mereplikasi gaya berkendara sehari-hari, melainkan mencari batas kemampuan mesin dalam kondisi yang dioptimalkan. Zero membuktikan motor listrik produksi dengan baterai di bawah 20 kWh — lebih kecil dari banyak mobil hybrid plug-in — mampu menempuh lebih dari 270 mil dalam sekali cas di dunia nyata.
Pencapaian ini sekaligus membantah anggapan yang masih beredar bahwa motor listrik selalu berjarak tempuh pendek. Dengan kapasitas energi yang relatif kecil, sepeda motor listrik ternyata bisa sangat efisien memindahkan satu orang di jalan, asalkan dikendarai dengan cara yang tepat.