34 Tahun Krisis Air di Manggarai Berakhir, Bonek Disaster Response Team Pasang Pipanisasi Desa Wudi

Penulis: Chandra Kusuma  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:31:02 WIB
Tim assessment BDRT memetakan wilayah terdampak dan kebutuhan prioritas warga sebelum program pipanisasi di Desa Wudi dijalankan.

MANGGARAI — Tim assessment BDRT diterjunkan lebih dulu ke lokasi sebelum rombongan utama berangkat. Mereka memetakan wilayah terdampak paling parah, menghitung jumlah pengungsi, dan menetapkan kebutuhan prioritas warga sebelum program pipanisasi dijalankan.

"Kalau sebelum mau operasi itu ada namanya tim assessment yang berangkat dulu sebelum rombongan utama. Tim assessment diberangkatkan lebih dahulu untuk mencari data. Jadi di mana tempatnya yang terdampak parah, terus jumlah korban ini berapa, jumlah pengungsi berapa, terus kebutuhan medis atau kebutuhan prioritasnya itu apa," kata Bryan Putra Perdana, anggota Tim SAR BDRT.

Jaringan Air Bantuan Australian Aids Berhenti Berfungsi Sejak 1993

Warga Desa Wudi terakhir menikmati air bersih dari jaringan perpipaan pada 1992. Instalasi itu dibangun Australian Aids, tetapi gempa yang terjadi setahun kemudian menggeser sumber air dan memutus saluran yang dipakai warga.

"Jadi terakhir air bersih itu tahun 1992. Tahun 1992 itu dibangun oleh Australian Aids untuk warga Desa Wudi. Nah, di situ memang enggak ada sumber air di sini, karena sumbernya ini di bawah dan desanya di atas," ujar Bryan.

Sejak 1993, warga harus turun ke bawah permukiman setiap hari untuk mengambil air. Anak-anak ikut memikul beban itu saat berangkat dan pulang sekolah.

"Mulai tahun 1993 warga Desa Budi ini tak mendapat air bersih. Mereka turun ke bawah. Setiap hari mereka turun, anak-anak kalau sekolah itu berangkat turun, bawa air, pulang sekolah juga bawa air," katanya.

Donasi Rp134 Juta Dibagi untuk Pipa, Sembako, dan Perlengkapan Sekolah

Penggalangan dana dilakukan lewat jaringan Bonek dan relawan di Surabaya. Total donasi yang terkumpul disebut sekitar Rp134.127.065 dan dipakai untuk membiayai pipanisasi air bersih di Desa Wudi.

"Jadi untuk di NTT kemarin jumlahnya itu 100 jutaan lebih. Jumlah yang terkumpul itu dibagi untuk pipanisasi air bersih," kenang Bryan.

Selain pemasangan pipa, bantuan disalurkan dalam bentuk sembako, beras 2 ton untuk 4 desa, perlengkapan sekolah, mainan, hingga jersey untuk anak-anak terdampak.

"Terus kita juga sembako, kita juga beli beras 2 ton untuk 4 desa ini. Terus kita memberi alat-alat sekolah, perlengkapan sekolah buat adik-adik yang terdampak. Kita juga beli mainan, beli jersey untuk menghibur adik-adik ini," katanya.

Pipanisasi Diarahkan agar Warga Tak Lagi Bergantung Bantuan Logistik

Perbaikan instalasi air di Desa Wudi tuntas pada September 2026. Program ini diarahkan supaya warga kembali memiliki akses air sendiri, tanpa terus bergantung pada kiriman bantuan logistik dari luar.

Krisis air yang berlangsung sejak gempa 1992 membuat warga Desa Wudi terbiasa menempuh jarak ke sumber air di bawah permukiman. Pipa baru dari BDRT memangkas rutinitas itu dan mengembalikan pasokan air ke permukiman warga.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top