NUSA TENGGARA TIMUR — Keluhan itu disampaikan pemilik melalui akun TikTok CBR Pincang pada Senin (14/9). Ia menyebut masalah muncul pagi hari saat motor hendak dipakai, sementara malam sebelumnya kondisi motor masih normal.
Menurut pengguna tersebut, tidak ada tanda-tanda aneh pada motor sebelum masalah terjadi. Seluruh bagian motor dalam kondisi aman dan normal.
"Motor semua aman. Gak ada tanda aneh. Paginya waktu mau dipakai baru kelihatan ada yang salah," katanya dikutip dari unggahannya.
Keanehan terletak pada standar samping. Bagian itu sebenarnya bisa dinaikkan, tetapi sistem pada layar motor tidak menunjukkan perubahan animasi setelah standar dinaikkan. Padahal, ketika standar sudah naik, tampilan layar seharusnya berubah ke mode D sebagai tanda motor siap digunakan.
Pengguna mencoba sejumlah langkah untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satunya mematikan dan menyalakan kembali motor sesuai arahan customer service Omoway, tetapi masalah tetap terjadi.
"Matikan lalu nyalakan ulang sesuai arahan CS Omoway, tetap sama," tulisnya.
Ia juga mencoba mematikan motor. Namun, motor kembali menyala sendiri. Pengguna menduga kondisi tersebut berkaitan dengan sensor jok yang terbaca aktif.
Upaya lain dilakukan dengan memasukkan motor ke mode deep sleep dengan harapan sistem dapat melakukan reset. Langkah itu juga tidak membuat standar samping dapat turun.
"Masuk mode deep sleep berharap sistemnya reset, juga nggak mampu turun," tulis pengguna tersebut.
Pada unggahannya yang lain, motor listrik yang dijual Rp 46,9 juta hingga Rp 76,9 juta saat peluncuran Juni lalu itu telah dijemput langsung oleh pihak Omoway untuk mendapat penanganan. Berdasarkan pelacakan GPS dari pengguna, motor dibawa ke area Bogor, Jawa Barat.
Dira Hernesriani, Tim PR Omoway Indonesia, menjelaskan kasus ini tengah didalami internal perusahaan. Pihaknya disebut terus menjalin komunikasi dengan konsumen.
"Kami juga sedang berkomunikasi dengan konsumen," kata Dira saat dihubungi, Selasa (15/9).
Omoway Omo X mengandalkan sistem layar dan konektivitas sebagai bagian dari fitur "motor pintar" yang ditawarkan. Model ini masuk pasar Indonesia pada Juni lalu dengan rentang harga Rp 46,9 juta hingga Rp 76,9 juta, tergantung varian.
Keluhan yang beredar di media sosial menjadi perhatian tersendiri bagi calon pembeli motor listrik, terutama terkait keandalan perangkat lunak dan respons sistem terhadap komponen mekanis seperti standar samping. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Omoway soal penyebab pasti masalah tersebut.