NUSA TENGGARA TIMUR — Paragraf pembuka: Insiden di SPBU Panaikang berlangsung saat warga sudah menunggu lebih dari 10 jam, namun pasokan BBM tak kunjung tiba hingga malam. Video amatir warga merekam massa yang berupaya menghentikan laju truk tangki dan meminta isi tangki dialihkan ke SPBU setempat. Permintaan itu tak bisa dipenuhi karena BBM dalam truk sebenarnya dialokasikan untuk SPBU di wilayah Kabupaten Bulukumba.
Ketegangan di lokasi sempat meningkat. Massa bersikeras agar Pertalite yang dibawa truk tangki dibongkar di SPBU Panaikang, sementara pengemudi dan petugas Pertamina berpegang pada surat jalan pengiriman ke Bulukumba.
Polisi akhirnya masuk untuk menenangkan situasi. Truk tangki kemudian dikawal melanjutkan perjalanan menuju Bulukumba, sementara warga di Panaikang tetap tanpa pasokan.
Antrean kendaraan yang menumpuk di sekitar SPBU memperparah kondisi lalu lintas di kawasan Pattallassang. Sejumlah pengendara memilih bertahan di antrean meski stok belum jelas kapan kembali terisi.
Kekosongan BBM di SPBU Panaikang bukan kejadian tunggal. Warga menyebut kondisi serupa sudah berlangsung sekitar satu pekan terakhir di sejumlah wilayah Kabupaten Takalar, dengan Pertalite, Pertamax, dan solar sama-sama langka.
Pola ini sejalan dengan sejumlah laporan kelangkaan BBM di daerah lain dalam periode yang sama. Di Situbondo, Jawa Timur, antrean BBM di jalur Pantura sempat mengular hingga 2 kilometer. Sementara di Jember, antrean panjang dipicu kekhawatiran warga akan kelangkaan yang berkepanjangan.
Dua daerah itu sama-sama berada di jalur lintas utama, tempat konsumsi BBM melonjak karena arus kendaraan dari luar kota. Kondisi ini membuat SPBU lokal cepat kering begitu pasokan tersendat.
Bagi warga Takalar, antrean BBM bukan sekadar soal waktu tunggu. Angkutan umum, pedagang pasar, dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada kendaraan bermotor menanggung biaya tambahan ketika harus mencari SPBU lain yang masih beroperasi.
Solar yang ikut kosong memperbesar dampaknya. Kendaraan niaga dan angkutan barang yang biasa mengisi di Panaikang harus menempuh jarak lebih jauh, memakan waktu tempuh dan ongkos operasional.
Sejumlah pengendara yang diwawancarai media lokal mengaku kehabisan pilihan karena SPBU terdekat juga dalam kondisi serupa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pertamina Patra Niaga selaku penyalur BBM di wilayah Sulawesi Selatan soal penyebab kekosongan dan jadwal pengiriman berikutnya.
Persoalan yang perlu dijawab bukan hanya kapan truk tangki berikutnya tiba. Warga Takalar juga menunggu penjelasan mengapa pasokan tersendat selama sepekan, dan apakah alokasi untuk SPBU di wilayah itu akan ditambah.
Insiden di Panaikang menunjukkan tekanan di hilir distribusi BBM bisa cepat berubah jadi ketegangan sosial ketika stok kosong di tengah kebutuhan harian yang tak bisa ditunda.