Perum Bulog Kanwil Nusa Tenggara Timur menyalurkan bantuan pangan beras alokasi Juli–September 2026 kepada 54.517 penerima di Kabupaten Kupang. Total beras yang disiapkan mencapai 1.635.510 kilogram, dengan setiap penerima mendapat 30 kilogram untuk tiga bulan alokasi. Penyerahan simbolis dilakukan bersama anggota Komisi IV DPR RI di Desa Oemofa, Kecamatan Amabi Oefeto Timur.
KUPANG — Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur menyalurkan bantuan pangan beras alokasi Juli–September 2026 kepada 54.517 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Kupang. Total alokasi beras untuk wilayah itu mencapai 1.635.510 kilogram, dengan setiap penerima memperoleh 30 kilogram untuk keseluruhan periode tiga bulan.
Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil NTT Ramaijon Parulian Purba menyatakan penyaluran ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Pihaknya berkomitmen menjaga kelancaran distribusi agar bantuan diterima sesuai alokasi dan jumlah yang ditetapkan.
Ramaijon menjelaskan bantuan pangan alokasi Juli–September 2026 diberikan dalam bentuk beras, tanpa disertai minyak goreng sebagaimana pada alokasi sebelumnya. Informasi ini, menurut dia, perlu dipahami bersama agar masyarakat mengetahui jumlah dan jenis bantuan yang diterima.
"Pada periode ini, bantuan yang disalurkan berupa beras dengan total 30 kilogram untuk setiap PBP selama tiga bulan alokasi. Informasi ini perlu dipahami bersama agar masyarakat mengetahui jumlah dan jenis bantuan yang diterima," jelasnya.
Bulog NTT bersama anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin menyerahkan secara simbolis bantuan pangan beras kepada masyarakat di Desa Oemofa, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang. Di desa itu, beras yang diserahkan sebanyak 10.860 kilogram untuk 362 PBP.
Penyerahan simbolis juga dilaksanakan di Kantor Camat Sulamu dengan kuantum beras sebanyak 84.090 kilogram untuk 2.803 PBP. Setiap penerima di kedua lokasi memperoleh total 30 kilogram beras untuk keseluruhan alokasi Juli–September 2026.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat penerima bantuan sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga," kata Ramaijon.
Ramaijon menyebut keberhasilan penyaluran bantuan pangan pada periode sebelumnya menjadi modal penting untuk menjaga kelancaran distribusi periode Juli–September 2026. Keberhasilan itu, menurut dia, tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak dan partisipasi masyarakat.
Besarnya alokasi untuk Kabupaten Kupang menuntut koordinasi yang baik dalam pelaksanaan distribusi agar bantuan menjangkau seluruh penerima yang telah ditetapkan.
"Sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait diharapkan terus memperlancar penyaluran, sehingga manfaat bantuan dapat dirasakan oleh masyarakat penerima dan membantu menjaga kecukupan pangan keluarga," ujar dia.
Pelaksanaan penyaluran bantuan tersebut disambut antusias masyarakat penerima karena dinilai membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meringankan pengeluaran rumah tangga sehari-hari.