Sombra Coffee menyalurkan bantuan kebutuhan dasar dan perlengkapan darurat ke tiga kabupaten terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur, yakni Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur. Penyaluran berlangsung selama satu minggu, dari 27 Agustus hingga 7 September, dengan menyerahkan langsung bantuan ke sejumlah titik terdampak.
KUPANG — Bantuan yang disalurkan meliputi beras, sembako, terpal, obat-obatan, serta kebutuhan bayi. Penyaluran disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah terdampak.
"Kegiatan penyaluran bantuan dilakukan selama satu minggu mulai tanggal 27 Agustus hingga 7 September dengan menjangkau tiga wilayah utama, yaitu Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur," kata Direktur Sombra Coffee Alfredo Sebastianus Soi Pili di Kupang, Sabtu.
Alfredo menjelaskan penyaluran dilakukan dengan menyerahkan langsung kebutuhan penting bagi masyarakat selama masa tanggap bencana. Pendekatan ini memastikan bantuan sampai ke titik yang paling membutuhkan.
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 10 September mencatat 136 korban meninggal yang tersebar di delapan kabupaten di Flores.
Kerusakan fisik berskala masif. Total bangunan terdampak mencapai 102.384 unit rumah warga, terbagi dalam kategori rusak berat, sedang, dan ringan.
Wakil Direktur Sombra Coffee Georgia Embula menyebut penyaluran bantuan sebagai bentuk kepedulian pihaknya kepada masyarakat terdampak.
"Sombra Coffee turut berduka atas bencana gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026, kami berharap Flores lekas bangkit pulih pasca bencana dan semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak," ujarnya.
Sebagai merek kopi yang tumbuh dan membawa identitas Flores, Sombra Coffee memandang keterlibatan dalam situasi tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab untuk berkontribusi bagi masyarakat dan daerah asal kopinya.
"Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk partisipasi Sombra Coffee untuk tetap hadir dan berkontribusi di Flores, khususnya dalam situasi yang membutuhkan dukungan bersama dari berbagai pihak," ujar Georgia.
Kepala Sekolah SDK Riti Nagekeo, Bonefasius, mengucapkan terima kasih kepada Sombra Coffee yang telah membantu sekolah tersebut. Bantuan dimanfaatkan sebagai tempat belajar darurat bagi seluruh siswa dan guru.
"Semoga keadaan cepat pulih dan Sombra Coffee tetap setia memberikan dukungan kepada anak bangsa demi masa depan mereka," ujar Bonefasius.
Alfredo berharap bencana ini cepat berlalu. "Kami berharap bencana ini cepat berlalu, Indonesia pada tahun 2026 ini menghadapi banyak bencana, semoga kita dapat menempuh ini semua dan kami berharap bantuan dari Sombra Coffee dapat meringankan beban yang dihadapi para korban bencana. Semoga Tuhan melindungi kita selalu," ujarnya.
Pihaknya berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak serta mendukung proses pemulihan di sejumlah wilayah Flores.