Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana (FEB Undana) resmi menyiapkan skema inkubasi kewirausahaan yang menyambung mata kuliah Kewirausahaan dengan pendampingan bisnis nyata di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Langkah itu dibahas bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT sebagai bagian dari Program Beta BI NTT, dengan sasaran awal mahasiswa dan alumni yang sudah menjalankan usaha, lalu meluas ke pelaku UMKM di luar Kota Kupang.
KUPANG — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana (FEB Undana) mengintegrasikan Program Beta Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur dengan pembelajaran kewirausahaan di kampus. Integrasi itu disiapkan agar proyek bisnis mahasiswa yang lolos seleksi tidak berhenti sebagai tugas kuliah, melainkan berlanjut ke pendampingan hingga berpeluang mendapat akses pendanaan.
Pembahasan awal rencana pelaksanaan Program Inkubasi Kewirausahaan Beta BI NTT berlangsung di Kupang. FEB Undana dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur duduk bersama membahas mekanisme rekrutmen, pendampingan, hingga keluaran mata kuliah yang akan disambungkan ke program tersebut.
Dekan FEB Undana Dr. Rolland E. Fanggidae mengatakan integrasi program menyasar penguatan kapasitas mahasiswa sekaligus membuka jalan pendanaan bagi usaha yang mampu berkembang. Menurutnya, manfaatnya tidak berhenti di lingkungan kampus.
"Secara langsung program ini berdampak positif bagi mahasiswa dan alumni dalam pengembangan jiwa kewirausahaan. Secara tidak langsung, dampaknya meluas ke masyarakat umum, terutama pelaku UMKM lokal agar bisnis mereka terus berkembang dan memiliki keberlanjutan," katanya.
Inkubator Bisnis FEB Undana menyiapkan pendampingan lewat penyusunan silabus manajerial, keterlibatan dosen pendamping bersertifikat, serta pemetaan mahasiswa yang punya minat dan potensi mengembangkan usaha. Program ini juga diarahkan menjembatani pembelajaran kampus dengan kebutuhan dunia usaha.
Rekrutmen internal FEB Undana memprioritaskan mahasiswa yang sudah menjalankan usaha atau memiliki rekam jejak prestasi di kompetisi kewirausahaan. Peserta terpilih kemudian mengikuti tahapan pendampingan sesuai kebutuhan pengembangan bisnis masing-masing.
Mekanisme pemetaan dan pendampingan peserta dari berbagai program studi dan fakultas di lingkungan Undana dibahas Kepala Inkubator Bisnis FEB Undana Clarce Sarliana Maak bersama Koorprodi Manajemen FEB Undana Yosefina Dhae.
Kolaborasi dengan BI NTT akan diikuti pengintegrasian keluaran mata kuliah Kewirausahaan. Mahasiswa yang berminat serius pada bisnis dipetakan untuk mendapat pendampingan lebih intensif.
"Mahasiswa yang memiliki minat serius akan dipetakan dan didampingi secara intensif oleh Inkubator Bisnis FEB hingga memperoleh akses pendanaan. Kami ingin memastikan rekam jejak bisnis mahasiswa tidak terhenti di dalam kelas, melainkan tumbuh menjadi aset ekonomi daerah," kata Yosefina.
Inkubator Bisnis FEB Undana tidak hanya menangani mahasiswa. Wadah itu juga disiapkan mendampingi UMKM internal maupun eksternal, mencakup aspek manajerial dan pemetaan potensi usaha untuk memperkuat daya saing pelaku usaha di pasar.
Pada tahap awal, Program Beta BI NTT menjadikan Undana sebagai mitra perguruan tinggi sebelum diperluas ke kampus lain. Program ini menyasar pelaku UMKM di NTT, termasuk yang berada di luar Kota Kupang, dengan pola pelatihan hybrid.
Keterlibatan FEB Undana menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor atau pentahelix yang dipimpin BI NTT. Tujuannya memperkuat ekosistem kewirausahaan dan meningkatkan kapasitas UMKM secara berkelanjutan di daerah.