NAGEOKO — Guncangan gempa dahsyat itu mengubah rasa aman warga menjadi kecemasan dalam hitungan menit. Masyarakat di sejumlah wilayah di NTT berhamburan menyelamatkan diri menyusul getaran kuat yang terasa hingga ke daerah pesisir.
Tidak berhenti di situ, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami yang mencakup wilayah NTT, NTB, Sulawesi Selatan, hingga Sulawesi Tenggara. Peringatan tersebut keluar menyusul karakteristik gempa yang berpotensi memicu gelombang tinggi.
Data BMKG mencatat gelombang tsunami tidak hanya sekadar peringatan. Di Maurole, Ende, gelombang tercatat mencapai 0,94 meter. Gelombang juga terdeteksi di perairan Sikka, Labuan Bajo, Flores Timur, Dompu, dan wilayah lainnya.
Catatan ini menjadi sinyal bahwa dampak gempa tidak hanya berupa kerusakan akibat getaran, tetapi juga ancaman air laut yang naik ke daratan.
Di tengah kondisi yang belum membaik, kebutuhan dasar warga terdampak sulit terpenuhi. Keterbatasan akses dan rusaknya fasilitas membuat mereka bergantung pada bantuan dari luar.
Kehadiran pihak lain sangat dibutuhkan untuk meringankan beban saudara-saudara yang tengah menghadapi musibah ini. Bantuan logistik, tempat tinggal sementara, serta layanan kesehatan menjadi prioritas utama.
Hingga saat ini, laporan resmi mengenai jumlah pengungsi dan kerusakan bangunan di Nagekeo dan sekitarnya masih terus didata oleh instansi terkait.