KUPANG — Pemerintah Kabupaten Kupang tidak berhenti pada satu titik saja. Setelah pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Sulamu rampung, daerah ini kini mengincar tambahan sepuluh lokasi baru yang tersebar di sejumlah kecamatan pesisir.
Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kupang Yosef Lede ke kementerian terkait dan mendapat respons positif. Langkah ini sejalan dengan target nasional Presiden Prabowo Subianto yang mencanangkan pembangunan sekitar seribu Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026–2027.
Bupati Yosef Lede menilai potensi perikanan di Kabupaten Kupang sangat besar dan tidak cukup ditampung hanya dengan tiga lokasi awal. Karena itu, pihaknya bersama Dinas Perikanan mengusulkan penambahan hingga sepuluh titik.
"Potensi perikanan di Kabupaten Kupang itu sangat luar biasa, sehingga tidak cukup hanya tiga. Kami bersama Kepala Dinas Perikanan dan tim mengusulkan penambahan menjadi sepuluh titik sesuai kebutuhan," ungkap Yosef saat meninjau lokasi di Desa Tablolong.
Wilayah yang masuk dalam usulan mencakup Amarasi Timur, Amfong Utara, Amfong Barat Laut, dan sejumlah daerah pesisir lainnya yang mayoritas warganya menggantungkan hidup dari laut.
Desa Tablolong di Kecamatan Kupang Barat menjadi salah satu prioritas. Camat Kupang Barat Villy Nakamnanu memastikan lahan yang akan digunakan merupakan tanah milik Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang dan sudah siap untuk pembangunan.
"Masyarakat sudah bersepakat dan mendukung penuh pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini," ujar Villy.
Sejumlah pertemuan persiapan telah dilakukan, mulai dari pembahasan di kantor desa hingga rapat bersama tokoh masyarakat, pemerintah desa, keluarga pemilik tanah, dan anggota DPRD. Seluruh elemen masyarakat disebutkan menyambut baik program ini.
Anggota DPRD Kabupaten Kupang Absalom Buy mengapresiasi langkah pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, program ini strategis untuk menggerakkan ekonomi warga pesisir yang selama ini bergantung pada hasil tangkapan laut.
"Saya menyambut gembira dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten atas penetapan desa Tablolong dan 9 lokasi lainnya," kata Absalom di Tablolong, Senin (6/9/26).
Dia berharap pembangunan tidak hanya berhenti pada fisik, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi jangka panjang. Pemuda setempat perlu dilibatkan sejak tahap konstruksi hingga pengelolaan nanti.
Absalom juga memandang kampung nelayan ini bisa menjadi pusat transit hasil tangkapan ikan sebelum didistribusikan ke Kota Kupang. Dengan begitu, rantai pasok ikan lebih pendek dan harga di tingkat nelayan lebih baik.
Untuk lokasi yang telah selesai di Sulamu, Bupati Yosef Lede menegaskan pengelolaannya akan diserahkan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Model ini diharapkan menjadi contoh bagi kampung nelayan lain yang akan dibangun kemudian.
Pemerintah Kabupaten Kupang menargetkan bisa mendapatkan minimal sepuluh titik dari program nasional tersebut. Dinas Perikanan kini diminta berkoordinasi dengan para camat untuk mengidentifikasi wilayah dengan potensi perikanan besar dan populasi nelayan yang signifikan.