Mahasiswa Asal Alor Potong Pidato Mentan Amran di Undip, Beberkan Harga Beras Rp30 Ribu di Kampung Halaman

Penulis: Aditya Nugraha  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 17:52:01 WIB
Mahasiswa baru Undip asal Alor memotong pidato Menteri Pertanian untuk menyampaikan keluhan harga beras Rp30 ribu per kilogram di kampung halamannya.

SEMARANG — Suasana upacara pengenalan kampus di Universitas Diponegoro (Undip) berubah menjadi sorotan publik. Adriano Padama, mahasiswa baru asal Alor, NTT, dengan lantang memotong pidato Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Ia tidak membawa pertanyaan, melainkan jeritan tentang lonjakan harga beras yang tak masuk akal di kampung halamannya.

Di hadapan puluhan ribu mahasiswa dan sang menteri, Adriano mengungkap data pahit. Kebutuhan beras Alor mencapai 24–27 ribu ton per tahun, namun produksi lokal hanya mampu menutup 10 persennya. Ketergantungan pada pasokan luar pulau membuat harga beras di pedalaman melonjak hingga Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram saat badai memutus jalur distribusi laut.

Ancaman Gizi di Pedalaman Alor

Dampak dari mahalnya harga beras tidak hanya soal ekonomi. Adriano menuturkan, anak-anak di pedalaman Alor terpaksa mengonsumsi umbi-umbian sebagai pengganti nasi. Kondisi ini, menurutnya, berisiko buruk bagi kesehatan pencernaan mereka.

“Saya khawatir, mereka terpaksa makan umbi-umbian yang membuat perut kembung bergas,” ujar Adriano dengan suara bergetar di atas panggung, seperti dikutip dari berandasulsel.com.

Mendengar keluhan tersebut, Amran tidak tinggal diam. Ia langsung meminta Adriano naik ke panggung dan di hadapan publik menghubungi Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.

Perintah Langsung Mentan: Bangun Gudang Bulog di Alor

“Pak Dirut, di Kabupaten Alor ada Gudang Bulog? Kalau belum ada, bangun sekarang. Harga beras di sana mahal sekali. Kirim beras hari ini juga,” tegas Amran dalam sambungan telepon yang terdengar oleh hadirin.

Mentan juga menginstruksikan agar harga beras di Alor dapat disetarakan di angka Rp12.500 per kilogram. Ia meminta Adriano ikut mengawal realisasi janji tersebut, sebuah langkah yang jarang terjadi dalam forum seremonial.

Janji Ditepati, Mentan Terbang ke Alor

Respons pemerintah pusat tidak berhenti di sambungan telepon. Amran membuktikan komitmennya dengan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Alor. Ia menyebut suara kritis Adriano adalah aspirasi yang lahir dari membaca denyut nadi masyarakat.

“Dia membawa aspirasi rakyat, bukan kepentingan pribadi. Saya bangga dengan Adriano, ini putra terbaik NTT. Aspirasi seperti ini harus kita kawal,” puji Amran saat berada di Alor.

Untuk jangka pendek, Kementerian Pertanian menyiapkan beras terjangkau seharga Rp13 ribu per kilogram yang setara harga Jakarta. Operasi pasar, bantuan benih, alat mesin pertanian (alsintan), dan pompa air juga mulai digelontorkan untuk menekan harga.

Strategi Jangka Panjang: Kelapa, Kakao, dan Mete

Pemerintah tidak hanya mengandalkan intervensi pasar. Untuk jangka panjang, Kementan mendorong pengembangan komoditas perkebunan bernilai tinggi seperti kelapa, kakao, dan mete sebagai motor penggerak ekonomi warga Alor. Langkah ini diharapkan mengurangi ketergantungan pangan Alor pada pasokan dari luar pulau secara bertahap.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: berandasulsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top