KUPANG, KN — Perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dituntut merombak paradigma lama. Kampus tidak boleh lagi sekadar berkompetisi secara akademik. Mereka harus menjadi motor kolaborasi nyata untuk menyelesaikan kemiskinan dan pengangguran di masyarakat.
Penegasan moral itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengentasan Kemiskinan dan Peluncuran Program Gerakan Taruna Unggul dan Berdaya (Garuda). Acara berlangsung di Aula Rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana), Kamis (9/7). Forum strategis ini mempertemukan unsur pemerintah pusat, daerah, dan akademisi.
Dalam forum tersebut, ditekankan pentingnya kerja sama pola pentahelix. Pola ini menyatukan peran pemerintah, dunia kampus, pelaku usaha, komunitas, dan media massa. Semua pihak harus bergerak bersama.
Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Jefri S. Bale, menggarisbawahi pesan penting. Institusi pendidikan tinggi tidak boleh lagi menjadi menara gading. Mereka harus berjarak dari